Sunday, April 24, 2016

about a week after.....

....the BFN...

Yep, the Big Fat Negative :(
Unfortunately, my latest IVF attempt has failed. Still broken-hearted into pieces when remembering the moment when I received the lab result of my negative bhcg, again... 
For the 3rd time :(...

BUT.... there's no point to be trapped in sadness. 
Let me throw my random gratitude during all of this process...

- Kecuali di waktu ngantor, Andri hampir selalu menemani gw. Bahkan dia nurut pas gw gak ngebolehin dia acara kantor ke luar kota di weekend. Walopun seringkali dia keki sama tingkah gw yang suka ajaib (blame it to the hormone, yeah hehe), dia tetap menghibur gw dengan jokes-jokes garingnya (ups sori beb :p), dan gak pernah sekalipun membuat gw ngerasa sedih. 

Lagi disuruh berbaring abis embryo transfer sambil cengar-cengir

Di hari bagi rapor (beta day) itu, begitu dia pulang kantor, gw cuma meluk dia kenceng banget sambil nangis. When I looked at him, he just smiled. I knew that was not his-usual smile. It was kinda 'hard smile'. Senyum kecut dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kok gak nangis...?" tanya gw di tengah-tengah isakan.
"Kalo aku nangis, masak kita nangis berdua-duaan," sambil senyum. Yep, that 'hard smile'.

And then I hugged him even harder.

Kurang lebih seperti ini kondisinya hihi ;p..
(ps: ini scene begitu Giuliana & Bill dapat kabar
kalo IVF mereka gagal)

- Ibu, Bapak, dan adik-adik gw yang selalu menyemangati dan mendoakan gw dan Andri. I know they must be very sad. Very very sad. Tapi mereka gak mau bikin gw makin sedih dengan membahas lebih jauh semua kegagalan ini. And I know, their prayer always there for us. Juga keluarga Andri tentunyaa. They are our biggest supporter.

- Support luar biasa tak terduga dari temen-temen gw. Sejak awal program ini, selain tentunya gw share ke temen kantor, gw juga share cukup banyak semua prosesnya di social media gw, karena entah kenapa rasanya lebih lega daripada gw simpan sendiri semuanya. Dibandingkan dengan IVF sebelumnya, bisa dibilang kali ini gw lebih 'open'. Dan begitu mendengar kabar sedih ini, support dan perhatian yang datang ke gw pun alhamdulillah luar biasa, di luar dugaan gw.

Selain tentunya sahabat-sahabat dan sesama TTC fighter yang udah rela gw curhatin selama program dan selama 2WW (you know who you are, pokonya yang sering aku curhatin tiap-tiap lagi galau hehe), sahabat-sahabat ini sangat membantu gw untuk cepat move on dari kesedihan yang rasanya bener-bener kayak abis putus cinta itu.

Sahabat-sahabat gw dari SMA, sebagian dari my girlsss yang nemenin gw H+1 setelah BFN. Laffff you!!
With Eci & Risty... Bff since 1997 and counting.....

Sebagian dari sahabat #gengracun juga berbaik hati banget ketemuan dan main dandan-dandanan yang langsung bikin hepi...

Tisha jauh-jauh dari Bandung...
Buncil bawa tas gede isi make up semua buat dandan2in kitaa...
 
Dini jauh-jauh dari Bogor...
Lioni juga jauh-jauh dari Bandung...

Juga #gengttc-nya Dini yang super berbaik hati kirim simple words tapi meaningful banget karena gak berasa sedih sendiri.


Trus diajakin Dini ketemuan sama #gengttc yang mana adalah selebgram semuaaaaa tapi super baik-baik banget huhuhu, aku terharuuu... Mereka semua ini perempuan-perempuan cantik hebat kuat yang perjuangan TTC-nya pada luar biasa banget deh... 

Tetap semangaaaat, Dini, Tya, Mala, Ima, Fika, Ipeh, Fitri, Lulu, Fera, semoga kita semua bisa segera ketularan Fanie yaah...

Sekalian house warming sama ngerayain bday-nya Ipeh...
Mumpung ketemuan, gw todongin foto bareng sama semuaa hihi..
Ini sama @faniemaulida - @malashinta -
@fitriaulia_ - @adetyaa
 
Versi 2 sama @dinivaldiani - @dieva_ipeh -
 @frmngiu (ima) - 
@mrsdelonika (fika)
Gak ketinggalan... sama @luluelhasbu jugaaa...
 Makasi yaahh Diniii :***
(btw kacamatanya lucu yah. Dini jualan loh...)

- Temen-temen yang 'kenal' di Instagram, baik sesama TTC fighter maupun bukan, all your words and prayers are meaningful to me.... And it strengthen me a lot lot.... And to all of you who are still fighting and pursuing our ultimate dream, we are not alone!!

-  Pastinyaaa, bos gw dan temen-temen kantor yang sudah support gw menjalani program ini dari awal dan mengizinkan gw untuk unpaid leave beberapa bulan. Apalagi Nyanya, huhuhu kebayang betapa pusingnya dia selama ini. Can't thank enough. Juga buat suaminya yang udah rela nungguin Nyanya lembur dan dengerin curhatan Nyanya soal kerjaan.

- And this should be the ultimate of all.... Allah SWT...
Inget banget entah di postingan yang mana, Tyas pernah bilang bahwa ini adalah waktunya Allah 'bicara' sama kita. Dan gw rasakan betul selama program ini, betapa rasanya pengen dan butuh untuk dekat sama Allah. Bener-bener seolah dikasih waktu detox dari kesibukan selama ini untuk curhat sama Allah. In the end gw malah bersyukur dikasih waktu luang dan pengalaman ini karena pada akhirnya gw benar-benar menyadari bahwa di samping segala ikhtiar yang sudah diperhitungkan, ada kuasa Allah yang gak pernah bisa kita hitung. Dan pasti ada hikmah di balik semua ini yang ternyata lebih baik buat gw dan Andri saat ini. Tinggal belajar ikhlas dan tetap tawakalnya aja. Semoga selalu dikasih kekuatan buat terus tawakal dan berusaha dekat sama Allah....

***

Tujuan dari gw sharing semua ini bukannya mau umbar kesedihan atau terima simpati. Tapi murni untuk sharing karena buat gw yang cukup berat adalah menerima bahwa kondisi kita gak seperti perempuan kebanyakan yang diberi kemudahan untuk punya anak. Tapi yang gw juga gak boleh lupa adalah masih banyak sekali kemudahan lain yang gw dapatkan. Allah Maha Adil. Rezeki gak bakal tertukar. Perjuangan setiap orang beda-beda. Just wanna say that... we're not alone, and we should be stronger than ever.

Seperti yang Andri share di Path-nya, di hari itu...



Sekarang sih belum tau next-nya mau ngapain, karena ketemu dr. Ivan masih seminggu lagi, sesuai SOP Morula IVF di mana konsul lanjutan setelah program (apapun hasilnya + atau -) baru dilakukan 2 minggu setelah hasil beta hcg keluar. Yang jelas, Andri bilang, pokoknya gak boleh nyerah, harus tetap usaha maksimal. Yeah, I'm with you Beb!!

Insya Allah gw akan share cerita dari IVF #3 ini, semoga bermanfaat dan bisa jadi pelajaran buat sesama TTC fighter. Hugssss to all of you and never give up!!!


Note: this posting has been edited on April 27th (add some links & photos)

Wednesday, April 20, 2016

Throwback to Istanbul: Must-sees & Foodies!

Postingan sebelumnya tentang Istanbul di sini.

Pas banget beberapa minggu ini liat Timehop isinya postingan umroh dan Istanbul. Liat NatGeo juga banyak lagi cerita di Istanbul. Jadi mari dikelarin postingan yang udah hampir setahun ada di draft ini. Dan berhubung ingatan juga udah mulai melemah, mari kita bercerita dalam gambar saja yah...:))


SELAT BOSPHORUS
Via cruise...



View yang dramatis di Selat Bosphorus sebenarnya adalah kalau melihat sekelompok burung (camar?) yang terbang di atas laut, dan kemudian mendekat perlahan ke laut. Sayangnya gw gak berhasil menangkap momen ini. Ada sih, tapi jelek :(. Soalnya motretnya dari dalam kapal, gara-gara kedinginan gak kuat sama angin Selat Bosphorus hehe.


SPICE BAZAAR
Seperti namanya, Spice Bazaar gw pikir adalah pasar yang menjual aneka bumbu khas masakan Timur Tengah. Tapi ternyata gak cuma kios bumbu saja. Banyak juga kios yang menjual makanan/snack khas Turki (aneka Turkish Delight macam-macam rasa dan isi), souvenir, dan juga tanaman. Bisa dibilang ini versi mini dari Grand Bazaar. Kalo penasaran sama rasanya Turkish Delight itu hmmm, teksturnya kenyal seperti dodol atau kue moci, rasanya macam-macam (almond, green tea, berries, dll dll), dan mostly rasanya manis.

Turkish Delight curahh....
Yang hobi koleksi piring silakan histerissss hihi

GRAND BAZAAR
Kalo ini sepertinya cukup fenomenal yah. Kalo kata wikipedia:
The Grand Bazaar in Istanbul is one of the largest and oldest covered markets in the world, with 61 covered streets and over 3,000 shops which attract between 250,000 and 400,000 visitors daily. 

Mungkin suasananya seperti pasar hmm apa ya (ketauan lama gak main ke pasar), Pasar Modern Bintaro tanpa bau ikan kali ya (trus digaplok orang Istanbul hihihi). Yah, seperti layaknya pasar modern yang kiosnya tertata rapi, tapi penjualnya booo.... ganteng-ganteng semua, lancar berbahasa Inggris, daaan pintar merayu! Seriously, manis bener deh kata-katanya untuk menarik pembeli. Kebetulan juga pas kita ke sana lagi musim semi, suhu belasan derajat Celcius, jadi suasananya enak, adem. Pake jaket juga gak gerah.

Indoor...
Ini sumpah lucu-lucu semuaaa!!
Kalo ini senyum kecut abis 
nawar karpet

Outdoor...
Colors... patterns...! LOVE!!!

Percaya deh, walopun niatnya gak belanja, tapi pasti keluar dari sini bawa tentengan. Dan gw rekomendasikan untuk beli souvenir di sini, karena selain macam-macam jenisnya,  mulai dari perhiasan, gantungan kunci, hiasan dinding, magnet kulkas, dll harganya juga murah! Jangan lupa beli motif blue eye yah. Seingat gw, harga mini pouch di Grand Bazaar lebih murah dibandingkan dengan harga mini pouch yang gw beli di Jeddah.


Di sini gw juga beli silk scarf yang harganya juga lebih murah dibandingkan dengan online shop di Jakarta (tapi maaf gw lupa harganya), malah nyesel cuma beli 2 warna. Trus juga beli karpet / kilim Turki yang terkenal motifnya cantik-cantik itu. Kalo bisa borong aja, trus jual lagi :D.


Prinsipnya cuma dua: TAWAR dan TEGA!!! hihihi



TAKSIM SQUARE
Lagi-lagi mengutip wikipedia:
Taksim Square (TurkishTaksim Meydanı) or Estambeyoğlu, situated in the European part of IstanbulTurkey, is a major tourist and leisure district famed for its restaurants, shops, and hotels. It is considered the heart of modern Istanbul, with the central station of the Istanbul Metro network. Taksim Square is also the location of the Monument of the Republic (TurkishCumhuriyet Anıtı) which was crafted by Pietro Canonica and inaugurated in 1928. The monument commemorates the 5th anniversary of the foundation of the Republic of Turkey in 1923, following the Turkish War of Independence.

Suasananya sedikit mengingatkan gw sama pusat kota Lucerne, tetapi versi lebih kusut. Ada shopping mall, Sephora, H&M, tempat makan, dan lain-lain.

Sekali-sekali gaya FIERCE!
With my in-laws... 

THE CITY FROM ABOVE: PIERRE LOTI CAFE
Ke sini memang tujuannya untuk menikmati view Istanbul dari ketinggian, bukan untuk makan karena makanannya seingat gw biasa banget. Sayangnya waktu gw ke sana cuaca Istanbul sedang mendung dan hujan, jadi view-nya gak terlalu spektakuler. Tapi walaupun begitu, suasananya tetap bikin jatuh cinta sama kota Istanbul.

Background-nya kayak lukisan yah....

Oh ya, kalau pengen foto dengan kostum ala Ratu/Putri Kerajaan Turki, bisa di sini juga.



BEAUTIFUL MOSQUES 
Sebagai negara dengan populasi umat Muslim mencapai 98%, tentunya tempat ibadah didominasi dengan masjid. Di Istanbul sendiri, seneng banget deh ngeliat arsitektur dan interior masjid yang cantik-cantik.

Interior khas masjid di Istanbul... Banyak lampu...

ISTANBUL FOODIES
Dan sebagai negara mayoritas Muslim juga, tentunya gak susah buat cari makanan halal di sini. Beberapa hari di Istanbul kemarin, honestly gw tidak bisa menyimpulkan jenis makanan khas Turki, karena tastenya lebih mirip makanan Eropa daripada makanan Asia. Mostly menggunakan olive oil, keju, yoghurt dengan tambahan beberapa rempah. Oh ada kebab juga yang seperti makanan Timur Tengah.



Jajanannya juga seru-seru... Ada walnut panggang, yang hampir dijual di semua tempat turis. Semacam kacang rebus lah yaa, tapi ini walnut panggang di udara dingin itu rasanya nikmat banget.



Ada juga simit, semacam roti pretzel berbentuk bulat yang teksturnya agak keras. Lebih baik dimakan pas lagi hangat, dicelup ke kopi hangat.


Trus buat yang suka manis-manis, cobain baklava, semacam pastry isi kacang sama gula kali ya. Soalnya rasanya manis atau manis banget.



Sempet juga nyobain Turkish coffee, menurut gw sih masih kalah mantap sama kopi Sumatera atau kopi Sulawesi. Aroma kopi Turki gak sekuat kopi Indonesia. Cita rasanya lebih light dan agak asam. Jadi kopi Indonesia masih jauh lebih oke.



Ahh... bikin postingan ini bener-bener bikin kangen. Kangen traveling, kangen Istanbul. 

Istanbul is definitely one of the city that I'd like to revisit someday!!