IVF #3 - Dear Eggs.. Part 3 (2WW and The Days After - FINISHED)

by - 12:39 PM


Haloo.. Assalamualaikum...

Sebelumnya terima kasih banget yaa buat temen-temen yang sudah sempat baca cerita tentang 'Drama OPU 2' di postingan ini. Gara-gara dimention sama Andra Alodita di IG storynya, keliatan dari statistics kalo banyaaak banget temen-temen yang baca. I'm so overwhelmedly honored, semoga ada yang bisa dapat manfaat positif dari postingan tentang TTC journey gw ini yaa...

Terus terang nulisnya gak gampang karena selain pakai emosi (haha), gw musti ngumpulin catatan supaya datanya akurat hehe. Pengennya sedetail mungkin supaya Teman-teman yang mau program IVF bisa kebayang tahapan treatment-nya. Walaupun perlu diingat kalau kondisi tiap pasien berbeda-beda ya.

Disclaimer: This will be another long and boring post. Semoga gak bosan bacanya ya:))

***
Refresh sedikit, dari OPU ke-2 yang dilakukan di bulan Desember 2017, didapat 3 embryo yang berkembang sampai hari ke-3. Karena melihat kondisi dinding rahim gw saat itu cukup bagus, tebal dan ada 3 lining, dr. Dev langsung menjadwalkan ET menggunakan fresh embryo. Ini sungguh rezeki karena lebih cepat dari rencana semula. Walopun sempat gugup karena menjalani ET sendirian, alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan tibalah gw memasuki tahap paling mendebarkan: 2 Weeks Wait (2WW) hingga waktunya BHCG Test untuk mengetahui apakah berhasil hamil atau tidak.

2 WEEKS WAIT (2WW)
Kalau dihitung-hitung, berarti ini 2WW ke-4 (kalo dihitung sama IUI berarti 2WW ke-6 ya). Bukan berarti semakin berpengalaman yaa, karena justru pernah gagal 3x malah rasanya seperti belajar lagi dan tetap cari-cari info yang relevan supaya kali ini berhasil.

H+2 pasca ET gw turun ke lantai dasar apartemen untuk dinner di resto Jepang sama Andri. Jalannya super pelan kayak pengantin.
H+3 ET kami pulang ke Jakarta karena memang sudah berencana untuk 2WW di rumah. Gw naik kursi roda sejak di bandara Penang hingga sampai tempat penjemputan di bandara Soekarno-Hatta.

Selama di rumah pun, gw stay at home alias home rest dan menghindari naik-turun tangga. Alhamdulillah gw bisa menikmati Ibu's hearty homemade meals yang sudah pasti lebih sehat. Makanan selalu dibawa ke lantai atas karena posisi kamar gw ada di lantai atas. Saat ini sudah mulai mengurangi browsing apapun tentang IVF simply karena.... jenuh. Pasrahin aja, dan selalu berusaha positive thinking dengan berdoa.
Makanan favorit selama 2WW: Ibu's homemade sop buntut
Memasuki 3-4 hari terakhir terakhir 2WW mulai was-was kalau pipis; takut menstruasinya datang hehe. Tapi lagi-lagi tetap pasrah dan berdoa. Mulai merengek ke Andri buat keluar rumah hehe.

H+10 ET atau H-2 BHCG Day, gw ke BXC Mall untuk makan marugame Udon.
H+11 ET atau H-1 BHCG, gw dan Andri keluar untuk sarapan bubur ayam.

26 Desember 2017 : THE BIG DAY = BAGI RAPOR (BHCG TEST)
Hari itu kebetulan hari libur Nasional. Andri juga gak ngantor. Kami ke Prodia pagi-pagi untuk ambil darah. Tidak seperti BHCG test di IVF sebelumnya, kali ini gw meminta Andri yang mengambil hasilnya supaya dia yang membaca duluan. Gw pengen Andri merasakan juga deg-degan yang selalu gw rasakan setiap kali baca hasil test BHCG hehe.

Sorenya, Andri ke Prodia untuk mengambil hasilnya. Setibanya di rumah, Andri cuma senyum-senyum bingung sambil memegang kertas hasil lab check.

"Jadi, bagus gak hasilnya?" tanya gw. Sumpah deg-degan banget.
"Bagus itu berapa ya?" Grrr, sumpah gak tahan banget.
"Ya positif aja, gak di bawah 0,"
"Oow.. bagus nih," Andri memberikan kertasnya ke gw.

Gw membuka kertas itu dan.... kaget luar biasa melihat angka BHCGnya: 875.6.

"BEB tinggi banget! Ini bisa kembar loh..." gw tiba-tiba panik. Ibu datang, memeluk dan mencium gw.

"Selamat ya... Perjuanganmu bolak-balik..." ucap Ibu sambil memeluk gw,

Gw cuma bisa nangis. Nangis bahagia. Andri cuma tersenyum lebar sambil kemudian memeluk gw.

Alhamdulillah ya Allah... Thank you for the best ever and super priceless early birthday gift.

Singkat cerita, gw mengabari Suster Lim dan ia meminta kami untuk segera kembali ke Penang karena ada tambahan obat yang harus kami ambil. Dari super bahagia tiba-tiba jadi super panik karena harus booking ticket dan hotel untuk ke Penang besok.
27 Desember 2017 : MY BIRTHDAY
Ini adalah hari ulang tahun gw. Gw dan Andri berangkat ke Penang.
Malamnya, kami late dinner di Nando's Gurney Plaza untuk 'merayakan' ulang tahun gw dan kado istimewa dari Allah. Walaupun sebenarnya hari itu gw merasa lemas dan kurang sehat, rasanya bahagia sekali.

28 Desember 2017 : BHCG TEST #2, "CONGRATULATIONS, YOU'RE PREGNANT :)"
Sesampainya di RS, pagi-pagi gw ambil darah dan urine untuk dicek di lab. Hasilnya menunjukkan angka BHCG gw di angka 1600an, alhamdulillah embryonya berkembang. Dr. Dev confirmed the pregnancy and congratulate us. 

Dari hasil check urine didapati kalau gw ternyata terkena Infeksi Saluran Kencing (ISK). Mungkin ini penyebab gw sempat demam dan sakit punggung beberapa hari belakangan. Beliau menambahkan obat untuk membersihkan urine gw dan mengingatkan untuk banyak minum air putih. Dokter menjadwalkan kontrol lagi dalam 2 minggu untuk melihat perkembangan embryonya.
Our beloved doctor:
sehat-sehat terus biar bisa bantu banyak pasangan ya Dok...
 
With Sus Lim yang super lincah kayak bola bekel
With Sus Mei yang keliatannya jutek tapi super perhatian
9 Januari 2018 : DOUBLE SACS!
Kali ini gw ke Penang bersama Ibu karena Andri tidak bisa menemani. Hari itu dr. Dev melakukan USG TransVaginal untuk mengecek perkembangan kantung janin. Beliau meminta Ibu untuk ikut melihat monitor USG.

"Ibu lihat, ada 2 kantung di sini,"
"Wah ada 2 Dok?" Ibu gw amazed.

Walaupun sempat ada feeling akan hamil kembar saat melihat hasil BHCG yang relatif tinggi, gw masih gak percaya sama apa yang gw dengar barusan. 2 fetal sacs in my womb, subhanallah...

Tapi kemudian dr. Dev mengingatkan supaya kami tidak terlalu excited dulu, jangan share berita ini ke banyak orang dulu karena kehamilan kembar memiliki lebih banyak resiko: kelahiran prematur, salah satu janin tidak berkembang, keguguran, juga resiko lebih tinggi bagi sang ibu untuk mengalami pre-eklampsia, anemia, dll. Dokter menjadwalkan kontrol kembali dalam 2 minggu untuk melihat perkembangannya.

Bismillahirrahmanirrahim... gw hanya bisa berdoa dan menjaga sebaik-baiknya.

17 Januari 2018 : FIRST DOUBLE-FETALS' HEARTBEAT
Selama beberapa hari ini, gw sudah kembali ngantor. Sempat izin beberapa hari karena melihat ada flek tipis di pantyliner yang gw pakai. Karena parno, gw memutuskan untuk konsul ke dokter sebelum waktunya. Berdasarkan rekomendasi beberapa teman, gw konsul ke dr. Ridwan di Kemang Medical Center (KMC) sendirian.

Dari hasil pemeriksaan dr. Ridwan, memang terlihat ada sedikit pendarahan di rahim gw tapi masih batas aman. Terlihat juga salah satu janin belum menempel kuat. Tetapi dr. Ridwan menunjukkan kepada gw bahwa kedua janin tersebut sudah memiliki detak jantung. Saat itulah pertama kalinya gw mendengar detak jantung janin dari rahim gw sendiri. Bahkan 2 detak jantung... Rasanya, subhanallah.... Saat itu gw menangis di ruang praktek dr. Ridwan.

Memang detak jantung salah satu janin lebih lemah dibanding yang lain. Tapi dr. Ridwan bilang masih oke. Gw hanya harus lebih menjaga dan tidak boleh terlalu capek.

23 Januari 2018 : HANG ON THERE BABIES...
Hari ini kontrol ke Penang bersama Ibu lagi karena Andri tidak bisa menemani. Setelah memeriksa melalui monitor USG, dr. Dev menunjukkan salah satu kantung janin yang terlihat lebih kecil dibandingkan yang satunya. Tetapi dari USG masih terdengar ada 2 detak jantung, walaupun yang satu lebih lemah.

"Kamu harus ikhlas ya kalau satu janin tidak berkembang. Kamu kan ingin hamil, sekarang sudah bisa hamil. Keep positive thinking. Jangan terlalu stress..." pesan Dokter saat itu.

Setelah ini, kami sudah bisa lanjut kontrol dengan dokter di Jakarta. Rasanya campur aduk di kontrol terakhir dengan dr. Dev ini. Antara sedih karena tidak bertemu lagi dengan dokter yang super menenangkan dan teamnya yang super helpful ini, tetapi senang juga karena tidak perlu bolak-balik Penang yang super melelahkan. For more than 6 months, this hospital feels like my second home. Home for hope.

Hang on there My Babies... Ibu akan berusaha menjaga dan berdoa sebaik-baiknya...
Last doctor visit: mixed feeling
7 Februari 2018 : ASSALAMUALAIKUM SAYANG, BE STRONG ALONE YAA...
Hingga jadwal kontrol berikutnya, perasaan gw masih campur aduk. Di satu sisi gw mencoba positive thinking bahwa kedua janin ini akan berkembang normal. Tetapi di sisi lain gw mencoba untuk prepare for the worst kalau memang salah satu janin tidak berkembang. Sampai akhirnya gw curhat ke beberapa eks TTC sisters yang pernah mengalami hal yang sama. Semuanya menguatkan gw bahwa memang yang terjadi adalah yang terbaik. 

Hari ini, gw dan Andri kontrol dengan dr. Handi Suryana di RS PIK yang direkomendasi hampir semua eks pasien dr. Dev yang tinggal di Jakarta. First impression, kami suka dengan dokternya karena ramah dan komunikatif. Sejauh ini pun komunikasi dengan whatsApp juga cukup fast response.

Dari hasil USG perut dengan dr. Handi (finally, no transvaginal USG! haha), terlihat bahwa salah satu janin memang sudah tidak berkembang sejak usianya 8 minggu dan tidak lagi terdengar detak jantung. Saat itu gw hanya terdiam, tapi sudah manage my heart untuk hal ini. 

"Kamu fokus sama yang sehat aja ya," ucap dr. Handi. Beliau memperdengarkan detak jantung janin ini yang cukup kencang, dan gw lagi-lagi terharu. Subhanallah... gak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Btw itu saat pertama kali Andri mendengar detak jantung janin di rahim gw. Untuk pertama kalinya ia posting di IGstory cerita tentang TTC journey gw ini. Selama ini Andri hampir gak pernah share apapun tentang journey kami, kecuali beberapa visit dan makanan di Penang. Bismillahirrahmanirrahim...

Yang kuat ya Sayang... Sehat-sehat terus di perut Ibu sampai waktunya kita ketemu yaa...

***
Walaupun saat ini rasa cemas dan takut selalu ada, tetapi 'latihan' positive thinking  dan pasrah selama TTC journey ini cukup membantu untuk membuat gw tidak overthink. Bismillah for upcoming journey...

Satu hal yang pasti semakin gw yakini, everything happened just ON TIME. ON HIS TIME. I'm still amazingly happy with all the timing. Indeed, Allah is the BEST DIRECTOR.

Sharing cerita ini, sebenarnya sempat membuat gw ragu. Ada perasaan 'aneh' yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Beruntung banget gw menemukan blogpost dari account IG-nya @kelsiwynne yang bisa menggambarkan perasaan gw untuk ini.
Buat teman-teman yang masih berusaha hamil, jangan menyerah ya. Gw kenal banyak pasangan yang lebih lama menikah, perjuangannya jauh lebih panjang, dan lebih banyak treatment yang harus dilalui. Hasil tidak akan mengkhianati usaha, tentunya hanya dengan bantuan Allah. KEEP FIGHTING AND PRAYING.

***
Epilogue:
Supaya dapat gambaran mengenai TTC Journey saya dari awal, boleh baca ini dulu yaa:
IVF #3 (OPU 2) - RS Loh Guan Lye (2017)

Kalau ada yang mau ditanyakan, boleh drop comment atau email ke desidiani@gmail.com yaa.

Thank you for reading :)

You May Also Like

19 komentar

  1. masaan gw mewek bacanya ��ahaha.. katrok. terharu bgt.. congrats, stay healthy n happy yaa^^ btw, klo slh satu janin ga berkembang gt, dibiarin aja ga ada tindakan apa2 ya? klo hamil single kan kudu kuretase..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha mamimung.. Mungkin bawaan hormon bumil yaa, gw juga jadi gampang meweks hihi.. Makasih ya Muuung...

      Kata Dokter kemarin dibiarin aja, nanti ikut luruh pas lahiran. Tapi ada temenku yang kasusnya sama, trus pendarahan dan janinnya luruh. Yang terbaik aja yaa, yang penting janis yang bertahan bisa berkembang normal dan sehat...

      Delete
  2. Ya ampun mba aku mberebes mili bacanya.. thanks for sharing ya.. semoga semuanya lancar dan sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo kok Anonymous hehe.. Makasih banyak yaa doanya.. Sehat-sehat juga buat kamu yaa:)

      Delete
  3. Congratulations mba desi dan suami, Alhamdulillah program IVF nya berhasil, semoga sehat-sehat selalu mba desi dan janinnya. Aku termasuk salah satu orang yang menunggu cerita mba desi tentang program IVF, Alhamdulillah yah mba, setelah menunggu lama dan dengan penuh perjuangan,pada akhirnya InsyaAllah mba desi akan menjadi seorang Ibu. Sekalilagi selamat yah mba, barakallah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Mba (siapa namanya hehe)..
      Alhamdulillah terima kasih ya Mba.. Aamin aamin doanya..

      Terima kasih juga udah mampir ke blog yaa.. Semoga ada hal positif yang bisa diambil dari curhatan ga jelasku ini hehe..

      Iyaa, long way to go aaah.. Bismillah dijalanin aja.. :)

      Delete
  4. Selamat ya mbak..I don't know u personally..But I've read ur blog dari jaman masih usaha inseminasi..Ya ampun..Ikut bahagia dengarnya..Semoga senantiasa diberikan kesehatan..Amin..Sekali lagi..Congrats..! 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Veronika... Wah sebelumnya thank you udah mampir2 ke blog curhatan ga jelas inii hehe..

      Thank youuu banget doanya, sehat-sehat juga buat kamu yaa!

      Delete
  5. febryn hendriyantiMarch 7, 2018 at 10:18 AM

    Subhanallah, selamat ya mba. Tidak ada hasil yang menghianati usahanya. Aku bacanya sampe netesin air mata lho. kebetulan saat ini sedang hamil baby number 3 dan sempat kecewa karena lagi2 laki-laki untuk ke 3 kalinya. Tapi baca blog mba Desi itu menambahkan syukur aku bahwa aku mungkin lebih di permudah. Sehat2 ya mba sampai lahiran dan baby bisa tumbuh sehat. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Febryn... Aamin, terima kasih doanya. Thank you juga yaa udah baca2 blog aku, semoga ada hal positif yang bisa diambil..

      Subhanallah bakal ditambah lagi rezeki anaknya... Malah seru banget 3 cowok semua, ada 3 bodyguard yang jagain ibunya hehe. Semoga selalu sehat semua ya Febryn.. Lancar-lancar juga sampai lahiran...

      Delete
  6. Selamat Mba.. Finally.. Subhanalllah.. Rejeki Allah nggak tahu ada dimana yah, ternyata perantara nya tangan dr Deh. Saya juga tadinya 2 jadi 1 mba.. Tanpa pendarahan ,hilang gitu aja.. Sedih sih, tapi Allah maha tahu yang terbaik untuk umatnya.. Mungkin satu dulu, nanti adeknya.. Supaya mamanya punya waktu bersyukur kpd Allah nggak melulu perhatian sama si kembar.. Seneng banget Mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Novianti... Thank you yaa udah main-main ke blog...
      Iyaa bener awalnya sedih banget, tapi ini pasti yang terbaik dari Allah ya.. Jadi bisa lebih ikhlas..
      Alhamdulillah... aamin doanya... Semoga kamu juga sehat2 terus yaaa.. Dan nanti bisa menyusul adiknyaa :))

      Delete
  7. Alhamdulillah, seneng banged bacanya...
    Semoga sehat2 sampai lahiran, jd anak yg soleh/solehah. Baca cerita org aja udh bikin haru banged, kebayang aplg ngerasain sendiri huwaaa..
    Gak sengaja nemu blog ini krn iseng browsing ngisi wkt 2ww. Doain aku jg dpt hasil sesuai harapan ya mbak pas tes bhcg minggu depan aamiin 💪🏻😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo Mba siapa namanya hehe..
      Thank you ya Mba.. Aamiin doanya..
      Kudoakan juga hasil BHCG-nya nanti sesuai harapan yaahh.. Aamiin.. Sekarang hepi-hepi dulu aja, ga usah mikir macem2..

      Delete
    2. Rizki mba, aku coba sign in buat comment tp redirect page terus gak berhasil2 jd pakai anonymous.
      InsyaAllah yg kedua ini dibikin hepi mba meskipun tiap hr pemandangannya kolam renang straits garden - paling nggak org yg berenang itu ganti2 tiap hr nya 😅

      Delete
    3. Oh haiii Rizki... ya ampun maaf ya late reply, baru ngeh ada comment ini...
      Wah sesama alumni Straits Garden yaa hihi.. Btw gimanaa hasil bagi rapornya? Bismillah semoga yang terbaik yaaa... Aamiin!

      Delete
  8. Alhamdulillah selamat ya mba desi dan suami. Aku baru baca blog mba pas malem2 gini baper rembes kucur deres :”) kebetulan aku lagi hamil 15w, dan kebetulan juga kk ku lg ikhtiar IVF sama dr dev juga mba. Dan lagi 2WW, Bismillah moga ikhtiarnya bs berhasil kaya mba juga ya :)

    ReplyDelete
  9. Subhanallah mba desi ini mah ga ad boringnya sama skali bacanya,, yg ada meweeeeek, yg baca jg sampe ikutan up n down gini prasaannya,, and tulisannya begitu amat sangat detail, bnr2 kegambar jelas buat aq yg br berniat mau priksa kesana,, smoga manfaat untk para suvivor

    ReplyDelete