Bali Babymoon: Some New Places, Milu by Nook, The Lawn, and Pererenan Beach at Canggu

by - 7:00 AM

Bali always offer something new! New hotels, restaurants, beach clubs, coffee shops, etc opened every month. No wonder people (mmm, Jakartans especially) always love the idea of holiday to Bali.

Untuk Bali trip kali ini gw pengen ke daerah Canggu, the new trendy area in Bali --gitu kata thebalible.com , dan mengunjungi beberapa tempat (yang) baru (gw kunjungi) di Canggu.

Milu by Nook
Setelah check out dari Padma Ubud, kami berniat untuk cari makan siang di daerah Canggu. Dari rekomendasi MbaCot yang sering ke Bali, Milu by Nook layak buat dicoba.  Pas ke Bali tahun 2016 lalu kami juga sempat makan siang di 'kakak'nya, Nook Restaurant di daerah Kerobokan dan seingat gw makanannya cukup enak.

Memasuki daerah Canggu langsung berasa panasnya wilayah pantai Bali. Tapi begitu memasuki Milu, rasanya adem, dan mengingatkan pada suasana Nook. Warteg modern dengan interior urban jungle. Tanaman hijau di mana-mana dan view sawah di bagian outdoor ruangan. Mostly pengunjung turis bule dan beberapa orang Indonesia.

Karena memang lapar dan bawaannya pengen makan nasi, gw dan Andri sama-sama memesan nasi campur Bali. Minumnya gw pesan Thai ice milk tea.
Verdict? Porsinya besar, lauk pelengkapnya banyak, tapi rasanya menurut gw biasa aja. Not bad but not too special. Kalo emang pengen nasi campur Bali yang enak emang di warungan aja yah. Minumnya seger sih, ada aroma dan rasa lemon grass yang gak berlebihan dan gak bikin eneg.

Tentunya gak lengkap ke Milu kalo gak foto-foto. Every corner is so instagrammable.
See you again, Milu!
The Lawn
Suasana menjelang sunset di Canggu jauh mulai ramai, tapi gak sepadat Kuta/Legian/ Seminyak. Sekitar jam 4.30 sore gw dan Andri keluar dari Anginsepoi Villa tempat kami menginap malamnya. Bumil pengen cari angin di tempat hitss di Canggu nih hehe

Berdasarkan rekomendasi Zomato, beberapa beach club yang recommended di Canggu adalah La Brisa, The Lawn, dan La Laguna. Sore itu kita berencana ke La Brisa. Tapi perkara cari parkir menjelang sunsetan itu memang selalu pe-er ya. Apalagi jalan di sekitar Canggu itu cuma 2 jalur (bolak-balik), syempit sisss! Mana bule-bule bermotor itu udah berasa preman aja, gak pake helm dan sembarangan banget nyempil maksa banget mau lewat. Zzz zzz zzz!

Setelah perjuangan dan berhasil masuk ke tempat parkir La Brisa, eh ternyata kita ngantri dan masuk waiting list. Penuh aja. "Maaf Mba kita udah penuh. Apalagi Mba-nya lagi hamil, saya ga berani jamin," ucap Mba-mba yang menyambut tamu sambil melihat ke arah perut gw. Baeklah Mba, makasih banget pengertiannya. Kami pun balik ke parkiran. Gw masih keukeuh pengen jalan, Andri mulai bete karena kebayang ribet cari parkirnya lagi. Tapi demi istri yang kayanya lagi ngidam pantai akhirnya kita ngikutin Google Maps ke arah The Lawn.

Kalo lihat di maps, La Brisa dan The Lawn sebenarnya gak jauh, tapi karena jalan di daerah Canggu itu sempit dan jalan tembusnya gak muat buat mobil, kita pun agak memutar. Beruntung, akhirnya dapet parkir walopun rada jauh dan musti jalan 200 meter-an. Hihihi rejekinya #babyUna bisa sunsetan *padahal emaknya yang mau ;p.

Memasuki The Lawn, udah lumayan sore juga dan semua seat hampir penuh. Tapi kita dapat 2-seat table dengan view: orang liat sunset haha. Gapapa lah, yang penting bisa duduk. 

Seperti halnya beach club di Bali, The Lawn menawarkan beach view, (small)  pool, dan live music. Suasananya lebih laid-back, gak terlalu ajep-ajep, daaan... gak ada minimum charge untuk masuk ke The Lawn. Lafff deh! Jadi inget pas ke Bali terakhir, kita maunya sunsetan di La Plancha Seminyak, tapi karena penuh jadi geser ke sebelahnya, Warung Chiringuito, dan itu kena minimum order 250ribu. Dih! #turismedit
Our view: orang duduk2
Sunset mana sunset?
Kita order mushroom pizza, 1 coconut water, dan 2 ice tea yang ludes dalam beberapa menit karena memang.... lapar! Tapi rasanya lumayan sih. Orderan kita semuanya habis 175ribu saja. Hepi!

Btw apa kabar sunset? Hmm, karena mendung, ya gak keliatan apa-apa deh. Tapi lumayanlah, bumil hepi bisa update sama suasana pantai kekinian di Bali hihi.

Pererenan Beach
Kita menginap di Anginsepoi Villa, di tepi Pantai Pererenan yang ternyata lokasinya agak jauh dari pusat keramaian Canggu (Echo Beach atau Pantai Batu Bolong). Wilayah ini cukup sepi dan belum banyak tempat nongkrong. Gak usah direview ya villa-nya karena gw gak hepi.

Tapi plusnya, lokasi villa ini dekeeeet banget ke Pererenan Beach, salah satu pantai yang sering dijadikan tempat belajar surfing para turis. Jalan sekitar 5 menit, sampai pantai deh. Pantainya sendiri gak terlalu luas, masih sepi, garis pantainya gak sepanjang Kuta-Legian-Seminyak, dan... banyak anjing :(. Pagi itu, Andri sempet lari bentar dan gw foto-foto aja. Alhamdulillah, keinginan liat pantai tersalurkan sesaat hehe.

So, how's Canggu? Gw suka suasananya karena gak terlalu ramai seperti Kuta/Legian/Seminyak. Tapi honestly gw kurang suka sama pantainya yang biasa aja. Pasirnya hitam dan banyak anjing liarnya itu bikin gw jiper hehe. Dan mungkin salah pilih tempat nginep aja kali ya. Will explore Canggu more in next Bali trip! :)
Hey #BabyUna , how are you? Ibu on #20weekspregnant , already gain 5 kilos,
and happy!
Be healthy inside Ibu's tummy yaa...

You May Also Like

0 komentar