FAQ During IVF Journey

by - 3:42 PM

Haloo.. Assalamualaikum...

Alhamdulillah udah masuk bulan Ramadhan. Selamat berpuasa untuk teman-teman yang menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah Ramadhan kita tahun ini bisa lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya yaa. Aamiin..

Sedikit throwback ke bulan Ramadhan tahun lalu, saat pertama kalinya gw dan Andri konsul ke dr. Devindran sebelum memulai program IVF di RS Loh Guan Lye, Penang. Bisa baca di postingan ini yaa, untuk cerita tentang 1st Visit to RS Loh Guan Lye.

Sampai sekarang, masih suka ada yang bertanya melalui DM atau email mengenai IVF yang gw jalani di Penang beberapa bulan lalu. Sebenarnya hampir semua sudah gw share di postingan dengan kategori Penang Days dan IVF. Tapi mungkin ribet kali ya baca semua postingan.

Berikut gw share beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh teman-teman yang berencana untuk melakukan IVF, khususnya IVF di RS Loh Guan Lye. Ini berlaku juga untuk yang tidak melakukan IVF di Penang kok, atau buat kamu yang sedang TTC/program hamil apa pun. Semoga membantu ya :)

PERSIAPAN IVF
Apakah harus cuti kerja?
Selama menjalani treatment IVF, gw masih berstatus sebagai full-time employee. Karena jarak rumah ke kantor yang cukup jauh dan lalu-lintas yang macet, tiap hari gw berangkat kantor sekitar jam 6.30 dan sampai rumah paling cepat jam 7.30 malam. Secara fisik, itu sangat melelahkan.

Sejak memulai persiapan OPU (Oocyte Pick Up) hingga 2WW (2 Weeks Wait), gw mengambil beberapa kali unpaid leave. Periodenya sekitar 1.5 - 2 bulan. Dengan begitu, gw benar-benar bisa fokus untuk rutin olahraga setiap hari dan makan sehat. Tidak diganggu stress kerjaan. Saat IVF sebelumnya, gw hanya cuti kerja saat OPU, ET (Embryo Transfer), dan selama 2WW.

Jadi untuk kondisi fisik dan mental yang lebih optimal, gw sangat menyarankan untuk cuti sejak persiapan OPU hingga 2WW supaya bisa fokus dengan treatment yang sedang dijalani. Beruntunglah kamu yang punya usaha sendiri atau waktu kerjanya fleksibel karena bisa lebih leluasa mengatur waktu. Buat kamu yang masih berstatus sebagai karyawan, komunikasikan rencana ini jauh-jauh hari dengan atasanmu karena pasti banyak yang harus disiapkan selama kamu cuti. Untuk tujuan mulia ini, atasan atau manajemen kantormu pasti memahami dan mendukung :).

Apa saja yang dikonsumsi?
Makanan
Selama persiapan OPU ke-2 kemarin, gw melakukan diet karbohidrat+gula karena  menurut beberapa referensi yang gw baca, diet ini bisa meningkatkan kemungkinan penderita endometriosis yang sedang melakukan IVF untuk hamil. Hingga sebelum ET, gw sangat mengurangi porsi nasi, memperbanyak protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Hampir setiap hari gw makan putih telur hingga 4 butir/hari. 

Minuman
Gw sangat mengurangi minum kopi/teh+gula dan sesekali menggantinya dengan jahe hangat. Kalo lagi pengen banget kopi, biasanya di weekend gw minta 1-2 seruput dari kopinya Andri. Amazingly, gw bisa berhenti dan gak pengen minum kopi sama sekali.

Sempat juga rutin minum jus 3 diva (apel+tomat+wortel) yang dipercaya ampuh untuk meningkatkan kesuburan. Kalau bosan minum jus 3 diva, biasanya gw bikin variasi fertility smoothie yang resepnya banyak nyontek dari Pinterest. Yang jelas, buah harus masuk ke dalam menu makanan setiap hari.
My kinda fertility smoothie, bahan2nya:
1 ikat baby kaylan
5 buah frozen strawberry
1 buah frozen alpukat
1 kotak susu Frisian Flag Coconut Delight
YUMMY!
Vitamin/suplemen
Dokter gw hanya menyarankan untuk mengkonsumsi Folic Acid setiap hari. Maaf banget, gw lupa merknya. Tapi banyak kok dijual bebas di apotek. Minimum dosisnya 400mcg/hari. Gw juga menambahkan suplemen Vitamin E Nature's Health 400mg per hari.

Apakah terapi akupunktur?
Gw gak sempat mencoba akupunktur. Udah niat banget dari lama, tapi entah kenapa belum sempat aja untuk mencoba akupunktur.

Apakah perbedaan IVF di Jakarta (Morula BIC) vs Penang (Loh Guan Lye)?
Treatment
Pada saat gw IVF yang ke-2 di Morula BIC dengan dr. Ivan, saat itu beliau cukup yakin untuk langsung go for IVF tanpa perlu laparoskopi dulu karena saat itu beliau melihat kondisi rahim gw cukup bagus. Ada kista tapi ukurannya kecil dan gak mengganggu. Setelah screening awal (USG transvaginal, cek hormon, sperma suami, dll), dr. Ivan memutuskan untuk IVF dengan short protocol. Prosesnya cukup singkat, sekitar 1.5 bulan. Obat stimulasi sel telur yang digunakan sebelum OPU adalah Pergoveris

Di Loh Guan Lye, setelah dilakukan screening awal, dr. Devindran memutuskan untuk melakukan laparoskopi terlebih dahulu karena melihat riwayat endometriosis gw dan adanya polip di rahim yang terdeteksi pada saat USG transvaginal. Selain itu, karena melihat riwayat gw failed IVF 2x, kondisi hormon AMH yang pas-pasan, dan usia gw yang sudah 35 tahun, beliau merekomendasikan untuk melakukan Post-Lucrin Protocol (long protocol) dengan mengumpulkan embryo supaya kemungkinan hamil lebih tinggi. Obat stimulasi yang digunakan sebelum OPU adalah Menopur dan Gonal F. Sejak konsul pertama, laparoskopi, hingga ET, prosesnya sekitar 6 bulan.

Jadi memang ada perbedaan treatment yang dilakukan Dokter saat itu. Gw merasa dr Devindran lebih thorough dan hati-hati untuk melakukan tindakan, karena beliau sempat beberapa kali menunda untuk stimulasi sel telur akibat hormon gw ada yang masih tinggi. 

Service
Pada saat program di Morula BIC sebenarnya gw cukup happy dengan service-nya. Susternya available for Watsapp. Apalagi gw pernah ke klinik lain dan mengalami service yang tidak baik (hasil lab yang lama, antrian yang lama, para suster yang kurang ramah, dll).


Tetapi begitu program di Loh Guan Lye, rasanya servicenya jauh lebih memuaskan. Pada saat 1st visit ke Loh Guan Lyehasil screening awal dan rekomendasi dokter bisa selesai dalam 1 hari. Sangat efektif. Susternya sudah pasti available for Watsapp, tapi juga lebih personalized dan benar-benar 'mengenal' kita. Jadi rasanya lebih nyaman. Kalo kata Ci @francyt yang juga sedang program IVF di Loh Guan Lye, ada emotional investment yang tidak ternilai untuk pasien program IVF yang emosinya penuh drama itu hehe.

Biaya*
Kalo denger dari temen-temen yang belum lama program di Morula BIC, sekarang sekitar 70-80an juta  untuk 1 cycle IVF (1 OPU + ET). Please correct if I'm wrong yaa.

Di Loh Guan Lye, 1 cycle IVF sekitar 17 ribu RM (sekitar 60an juta dengan kurs terkini/Rp 3600). Jadi biaya treatment-nya saja lebih murah di Loh Guan Lye dibanding Morula BIC. Kalau dihitung ongkos transportasi dan akomodasi di Penang, kurang lebih sama.


Saranku untuk teman-teman yang lagi menghitung biaya IVF, siapkan biaya minimum 2x-nya, karena kita gak pernah tau gimana kondisi tubuh kita saat itu. Sayang kalo programnya harus berhenti di tengah jalan karena kondisi finansial, walaupun hasilnya hanya Allah yang memutuskan ya.

*Please don't get me wrong with this yaa. Bukan bermaksud apa-apa untuk share biaya, tapi untuk persiapan IVF kita memang harus menghitung semua biaya yang akan dikeluarkan. Banyak sekali yang butuh info mengenai biaya ini.

Menginap di mana selama di Penang?
Selama di Penang gw menginap di beberapa tempat berbeda.
Untuk short trip/kontrol dokter yang hanya butuh stay 1-2 malam, biasanya menginap di:
  • G Inn Hotel, jalan Macalister. Paling sering menginap di sini karena rate-nya gak terlalu mahal, cukup bersih, dan kamarnya kecil. Lho kok? Karena kalo short trip gw seringkali pergi sendiri dan artinya, tidur sendiri. Jadi malah takut kalo di kamar yang gede hehe.
  • One Pacific Serviced Apartment, jalan Macalister. Gw menginap di sini saat laparoskopi dan kalo pergi kontrol ditemenin Ibu. Lokasinya tepat di seberang Loh Guan Lye (New Wing), jadi deket banget. Bersih, terang, dan ada minimarket 24 jam di lantai dasar.
  • Glow Hotel, jalan Macalister. Beberapa kali menginap di sini sama Andri karena hotelnya nyaman dan lebih dekat dengan pusat makanan/jajanan. Tapi agak jauh dari Loh Guan Lye.
Untuk periode stay yang agak lama, misalnya persiapan OPU atau selama 2WW, bisa menginap di:

  • Sunrise Apartment, Gurney. Gw menginap di sini saat persiapan OPU pertama, direkomendasikan oleh Myrna, teman sesama IVF Warrior juga. Lokasinya strategis, deket banget sama pusat makanan hawker Gurney (halal) ataupun Gurney Plaza. Tinggal turun apartemen, jalan kaki dikit, nyampe deh. Ini sharing apartment. Tiap unit ada 1 dapur dan 3-4 kamar with indoor bathroom. Jadi kurang nyaman buat kamu yang pengen lebih private. Rate/malam sekitar 100 RM. Kalau tertarik stay di sini, just email me for contact person-nya ya.
  • Vouk Mansion One Apartment, di dekat Gurney. Gw sempat menginap di sini pada saat persiapan OPU kedua. Mirip One Pacific tetapi fasilitasnya lebih lengkap, ada kompor, dan mesin cuci (penting!). Kalo mau cari makan emang musti jalan atau naik Uber/Grab. Rate/malam seingat gw sekitar 500-600 ribu rupiah.
Studio Type - Lega dan nyaman banget sih emang...
  • Straits Garden Condominium, di daerah Jelutong. Agak jauh dari Loh Guan Lye, naik Uber/Grab sekitar 7-8 RM. Direkomendasikan oleh teman sesama IVF Warrior, Namira, gw menginap di sini pada saat persiapan OPU kedua sampai beberapa hari setelah ET. Menurut gw unitnya sangat nyaman. Gak terlalu luas, tapi lengkap. Ada kompor, mesin cuci, bisa nambah kasur (cukup ber-4 di dalam 1 unit). Ada gym dan kolam renang juga. Ini bukan serviced apartment ya, jadi tidak ada daily room cleaning service. Rate/malam sekitar 150 RM. Recommended! Kalau tertarik stay di sini, just email me for contact person-nya ya.
Kamar tidurnya...
View from kamar.. Sunset view every day...
  • Sembilan Penang, jalan Logan. Ini juga deket banget dengan Loh Guan Lye. Salah satu teman sesama IVF Warrior, Mba Anda, yang pernah stay di sini dan sangat recommend tempat ini. Bookingnya bisa via airbnb.
  • Tropics Eight Suites, jalan Gottlieb. Ini nyaman bangeeet. Interior dan design bangunannya modern kekinian, semacam Morrisey Hotel gitu. Gw pernah ke sini mengunjungi April, teman sesama IVF Warrior. Ada gym-nya juga. Lokasinya agak jauh dari Loh Guan Lye, tapi kalo bosen sama daerah seputar RS, bisa dicoba sih untuk explore tempat menginap. Bookingnya bisa via Agoda, Traveloka, atau Booking.com.
SELAMA IVF
Persiapan OPU
Selain mencoba disiplin makan sehat seperti yang dijelaskan tadi, gw juga rutin lari 2-3 hari sekali. dr Devindran menyarankan untuk olahraga cardio apapun, seperti lari, zumba, aerobik. Tentunya ini berlaku untuk suami juga ya.

Setelah 4 kali menjalani 2WW, adakah yang berbeda dari 2WW sebelumnya?
Dibanding 2WW sebelumnya yang lebih banyak bed rest, bisa dibilang ini lebih santai karena baik Dokter maupun Suster di Loh Guan Lye tetap memperbolehkan aktivitas normal asal semua dilakukan pelan-pelan saja. Tidak harus bed rest. Pantangan dari Suster Lim setelah ET cuma, "Jangan makan nanas dan semangka. Jangan olahraga dulu ya.."

Dr. Devindran pun memperbolehkan gw untuk pulang ke Jakarta karena menurutnya traveling dengan pesawat dianggap cukup aman. Jadi gw lebih santai dan relaks menjalaninya. Dari sini justru gw belajar untuk lebih peka terhadap diri sendiri dan mengikuti insting untuk slowing down in everything.

Apakah harus bed rest selama 2WW?
Di Loh Guan Lye (dan setau gw di beberapa klinik juga) tidak terlalu menyarankan untuk full bed rest. Boleh aktivitas ringan, stop olahraga dulu. Gw tidak bed rest, tetapi sangat mengurangi naik-turun tangga dan hanya beraktivitas di lantai atas rumah saja karena memang kamar gw terletak di lantai atas.

Tetapi gw juga tau banyak pasien IVF yang full bed rest untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan berhasil hamil. Menurut gw ini murni keputusan pribadi. You know your body condition. Selama kamu yakin aktivitasmu tidak mengganggu proses 2WW dan tetap bisa positive thinking, no need to have bed rest. Kalau tidak yakin dan takut menyesal, silakan bed rest.

Makanan/minuman apa saja yang dikonsumsi?
Masakan rumahan yang menunya selalu ada nasi, sayuran, dan daging/ikan/telur. Buah-buahan yang rajin dikonsumsi adalah kiwi, alpukat, dan strawberry. Camilannya kacang-kacangan (almond, kacang mede).
Sop buntut + putih telur... 
Sop + ayam panggang
Salah satu cemilan selama 2WW: alpukat + walnut + almond + seeds
Sholatnya bagaimana?
Gw tetap sholat seperti biasa (tidak posisi duduk/berbaring). Tentunya pelan-pelan, dengan tuma'ninah :).

Bukannya bermaksud riya' yaa, tapi ada beberapa teman yang menanyakan juga, ibadah apa saja yang dilakukan selama IVF. Selama proses ini sebisa mungkin gw gak putus sholat Dhuha. Gw menambahkan sholat Hajat dan beberapa kali Tahajud. Ini justru saat-saat yang paling menyenangkan dan rasanya dekaaat sekali sama Allah. Istilahnya, merayu Allah...:) Semoga bisa istiqomah ya ibadahnya.

Apakah ada gejala-gejala tertentu yang dirasakan?**
(untuk yang sedang 2WW, skip ajaaa daripada parno hehe)
Dari gejala-gejala hamil yang gw baca di berbagai blog/forum/website, tidak ada yang gw rasakan. No implantation spot, no breast sore. Jadi menjelang 2WW gw benar-benar pasrah dengan hasilnya.

Apakah ada yang dirasakan berbeda disbanding 2WW sebelumnya?**
(untuk yang sedang 2WW, skip ajaaa daripada parno hehe)
- H+3 ET, daerah perut seperti kencang dan kontraksi. Tapi bias juga sih, apakah ini reaksi wajar atau karena stress akibat turbulence di pesawat. Waktu itu memang gw sedang dalam perjalanan pulang dari Penang-Jakarta dan cuaca memang lagi buruk-buruknya.
- Mulai sekitar H+9 ET gw merasakan badan gw lebih hangat. Rasanya cuma pengen tiduran aja.
- Sering sekali pipis dan gak bisa ditahan. Entah karena frekuensi dan volume minum gw lebih banyak atau memang sebagai salah satu tanda awal kehamilan.
- Di beberapa malam sebelum BHCG test di IVF sebelumnya, gw selalu mimpi sedang menggendong bayi. Tapi IVF kali ini tidak ada mimpi apa pun tentang bayi. Mungkin gw terlalu pasrah.
- H+11 ET atau H-1 BHCG gw merasa sakit perut dan pegal-pegal di sekitar pinggang seperti mau menstruasi.

Tips lain?
  • Semangat, positive thinking, pasrah, dan berserah diri sama Allah. 
Kita sudah ikhtiar semaksimal mungkin, biarkan Allah yang memberikan hasil terbaik. Pasti ada hikmahnya. Banyak istighfar. Di IVF kali ini, gw juga sempat mengalami emotional rollercoaster karena ada beberapa tahapan yang tidak sesuai dengan rencana. Tapi pada akhirnya gw cuma bisa pasrah dan mengikuti apa yang disarankan Dokter. 
  • Trust your Doctor. Work as if you're teamwork
Jangan negative thinking karena mungkin Dokter kamu memberikan treatment yang berbeda dengan pasien lain, misalnya. Karena memang kondisi tubuh tiap pasien berbeda-beda. Dokter ibarat jodoh. Cocok dengan satu, belum tentu cocok dengan yang lain. Semuanya rezeki dari Allah.
  • Your husband is the ultimate teamwork.
Ah ini dia... Tentunya dari awal harus udah sepakat dulu sama suami mengenai program yang akan dijalani. Terus terang awalnya Andri keberatan untuk ke Penang karena sebagai employee, pasti bakal susah untuk sering cuti. Ngapain sih harus ke Penang? Tapi gw meyakinkan kalau nantinya gw bisa sendiri and I will take care everything by myself. Akhirnya dia setuju. Toh tujuannya sama: untuk mendapatkan keturunan bersama.

Kadang-kadang kita sebagai istri suka terlalu egois, minta dipahami suami karena merasa lebih banyak berkorban untuk ini-itu selama TTC/IVF. Tapi pada intinya, it's all teamwork. Memang begitulah kodrat istri sebagai pemilik rahim. Nanti sampai hamil dan melahirkan pun istri yang lebih banyak 'berkorban' kok.

Pada saat gagal pun, jangan selalu merasa kalo kita yang paling sedih, menderita. Husbands are hurting, too. Tapi tentunya mereka gak bisa mengekspresikan kesedihan itu terang-terangan di depan kita. They should (look) stronger.

Di sinilah gw belajar untuk pasrah dan gak egois.

Gw selalu mendoakan buat Temen-temen yang lagi TTC supaya selalu semangat karena memang dibutuhkan endurance berupa semangat selama menjalankan rangkaian program TTC. Gagal? Coba lagi. Bangkit lagi. Gw juga selalu mendoakan supaya bisa hamil alami aja dan gak perlu IVF. Banyak true miracle pregnancy story yang gw dengar dari teman-teman yang bisa hamil alami setelah gagal IVF. 

Apa lagi ya?

Mungkin segini dulu ya. Kalo ada yang masih kurang jelas atau mau ditanyakan, boleh drop comment atau email di: desidiani@gmail.com

Untuk detail cerita bisa baca ke sini yaa:
B Program untuk cerita TTC Journey gw dari awal.
Penang Days untuk cerita IVF Journey di Penang.

Thanks for reading, tetap sehat dan semangat yaa :))

You May Also Like

0 komentar