2017, A Year Full of Gratefulness and Learnings

by - 3:22 PM

Halooo... sudah memasuki bulan Februari 2018, apa kabar Teman-teman? Resolusi 2018 nya masih on track? Semoga yaa.... Gw sih bisa dibilang gak punya resolusi khusus alias masih meng-update resolusi tahun-tahun lalu yang belum tercapai hehe.

Belum terlambat ya harusnya buat sedikit kilas balik 2017.

Bisa dibilang tahun 2017 buat gw adalah tahun yang tidak akan terlupakan karena sungguh menguras segala-galanya. Menguras emosi, energi, dan tabungan hehe. Tapi subhanallah alhamdulillah, di balik segala yang sudah terjadi, gw semakin merasakan bahwa Allah Maha Kuasa. Alhamdulillah gw merasa bisa memaknai segala yang terjadi dengan lebih ikhlas, karena memang hidup ini sudah diatur sama Allah. Kita harus menjalani dengan ikhtiar dan sabar.

And it never easy....

Gw mencoba meng-highlight beberapa hal yang terjadi di tahun 2017 ini.

MY GRATEFULNESS
Alhamdulillah beberapa bucket list tercentang di tahun ini. 

Finishing Half-Marathon in Tahura Trail Run
Di bulan Januari, event tahunan Tahura Trail Run diselenggarakan di seputar Taman Hutan Raya Juanda Dago, Bandung. Ini tahun kedua gw berpartisipasi. Tahun lalu gak sengaja ikutan kelas 17K karena dapat race pack 'limpahan', berarti tahun ini harus naik kelas dong hehe. Jadilah gw nekat daftar kelas 21K dengan persiapan berupa.... beli trekking pole dan sepatu trail run hahaha. Lumayan pas diskon 30 apa 50 persen gitu. Boro-boro latihan pake training plan.

Kalo tahun lalu gw lari sama Sisca dan ketemu Andri eks temen kantor lama, tahun ini gw lari sendiri. Eh awal-awal kilometer sempet lari bertiga bareng Ibu Ninuk, istri bosnya Andri (her age maybe around 50's and always participating in most running race, min. 21K. So inspiring! Sayang gw gak ada foto bareng beliau) dan anak perempuannya. Tapi lama-lama we run on our pace dan misah aja. Baru ketemu pas finish sambil nungguin Andri dan suaminya Ibu Ninuk (which is Andri's direct boss) menyelesaikan 42K. Eh di beberapa kilometer terakhir sempet lari sambil ngobrol sama runner asal KL yang ternyata orang Bekasi. Ngobrol punya ngobrol, ternyata si Akang ini temennya temen kantor gw. Hoho small world!

Tahun ini medannya lebih berat daripada tahun lalu. Lebih licin dan berlumpur. Gw 2 kali kepeleset dan jatuh somewhere di tengah-tengah hutan. Sempet takut gak bisa bangun, tapi alhamdulillah masih bisa lari walopun pelan. Jalur turun jauh lebih bikin parno daripada tanjakan.

Btw Andri DNF alias Did Not Finish, 'finish' di KM30 karena udah beberapa kali jatoh kepleset dan merasa gak sanggup lagi. It's OK, next time we'll comeback stronger ya Beb!

Dream holiday: New Zealand Trip
Ini sih bener-bener my ultimate bucket list and my favorite trip by far. Mulai dari destination-nya, aktivitas selama trip (trekking and enjoying the view), hingga pengalaman selama road tripnya sungguh berkesan. This road trip also made me knew Andri even more and strengthen our marriage relationship.
We're in Milford Sound! Yang menurut kami: overrated hehe..
Enjoying salmon sashimi by the Lake Pukaki
Bisa baca mulai dari sini yaa, tentang cerita NZ Trip kami tahun ini. Belum selesai nih postingannya. Semoga bisa selesai ya.

Next ultimate destination: US-Canada road trip with our kiddos?? AAMIINin aja yaaa hehe
(Sebelum itu, kita ke kampung halamanmu di Bukittinggi dulu ya Beb :D)


Moving to #thelivelymehome
Kalo ini... subhanallah banget, gak nyangka bisa terwujud di tahun ini. Singkat cerita, ada rezeki dan kesempatan untuk ini. Bismillah semoga rumah ini bisa jadi rumah yang selalu 'hangat' dan barokah yaa :)


Bisa IVF di Penang
Bisa dibilang inilah yang super duper paling menguras segala-galanya di tahun ini. Tapi juga paling berarti dalam hidup gw (dan Andri). Hampir 6 bulan bolak-balik Penang, menjalani serangkaian treatment and procedures yang hasilnya tidak selalu sesuai harapan. Jujur, seringkali membuat gw bertanya-tanya, when and how will this TTC journey ends up?

Tapi di sisi lain gw amat sangat bersyukur bisa punya pilihan untuk IVF di Penang dan didukung oleh manajemen di kantor yang mengizinkan gw untuk beberapa kali unpaid leave

Lagi-lagi gw bersyukur bisa menjalani IVF untuk yang ketiga kalinya ini, karena memberikan gw pelajaran berharga untuk bisa lebih ikhlas, sabar, dan selalu ikhtiar.

Sebagian cerita IVF#3 ini bisa dicek di kategori penangdays yaa. I owe some stories. Tunggu ya:)


MY LEARNINGS
Selain itu, ada beberapa kejadian di sekitar gw yang membuat gw semakin menyadari bahwa:

Hidup itu berputar.
Kadang di atas, kadang di bawah. Kalo lagi di atas, seringlah mengingat-ingat bahwa dalam hitungan waktu bisa 'pindah' ke bawah. Allah Maha Kuasa. Jangan pernah merasa sombong. Jangan lupa menyisihkan yang memang bukan hak kita. Semua dari Allah.  Kita harus bijak memakainya #notetoself


Social media (Instagram) lyfe is mostly not like what you see in real life. 
Banyak sekali gw tau pasti dan kenal dengan beberapa orang yang real lifenya sama sekali gak seindah Instagram lyfe-nya. Tahun ini gw unfollow account gosip, beberapa account online shop yang bikin mupeng (haha), dan account orang-orang yang Instagram lyfe-nya terlihat too good to be true hahahaha. Alasannya simpel, supaya hati dan pikiran gw lebih positif aja. Gak terlalu sering ngiri sama kehidupan orang lain, dan lebih bisa menjejak bumi. 

Gw jadi lebih banyak follow account yang 'content'nya relevant aja: lebih banyak teman lama, ibu-ibu/cewek-cewek yang kurang lebih interest dan life stage-nya lagi sama dengan gw, account portal yang isinya tips/informasi, dan account makanan hahaha. Yaaa ada kalanya sih kepoin account-nya @rachelvennya juga hehehe. Btw gw follow Andien juga buat hiburan liat si Kawa, dan sesekali ngintip account haters-nya. Ckckck netijen kok pada jahat amat ya, gak ada kerjaan apa.

About friendship: keep your circle in distance. 
Hmm gimana yaa ini agak susah jelasinnya. Punya geng cewek/sahabat dekat memang salah satu blessings. Tapi kalo terlalu deket dan terlalu sering ketemu kadang-kadang malah jadi baper dan berpotensi merusak hubungan persahabatan. Apalagi kalo ketemuan cuma buat update di social media karena FOMO (Fear Of Missing Out) #eh. Intinya sih, jaga persahabatan. Apalagi di umur-umur segini, susah banget nyari temen baru :(.

Be kind to people, because we just never know where are the goodness we received came from. Tapi jangan terlalu naif juga :)

I strongly believe 2018 will be much more awesome:)))) 

Dan semoga gw selalu bisa bersyukur dan memaknai semua yang diberikan Allah sebagai nikmatNya. AAMIIN.

You May Also Like

0 komentar