Tuesday, May 27, 2014

#EUROTRIP – stopover in gloomy Brussel

Disclaimer:
Posting sebelumnya tentang Amsterdam di sini yaa.
Berhubung Eurotripnya saya ikut group tour, jadi jangan tanya how-to-get-there nya ya, karena semua pasti akan saya jawab dengan mantap: pake bus (tour) :) ! Di sini saya cuma share foto-foto tempat dan experience behind-nya. Jadi, mudah-mudahan gak kaya baca itinerary tour di website atau brosur di travel fair yaaa. Semoga menghibur :)


When Amsterdam still mesmerized me, I had to leave. One day is never enough to be spent there. But hey, there’s more to come!

Rute selanjutnya adalah Amsterdam-Paris via Brussel. Enaknya di Eropa, jalan 3-4 jam via darat aja udah sampai di negara lain. Sepanjang perjalanan (semacam jalan tol gitu) pemandangannya juga baguuusss. Rumah-rumah khas pedesaan Eropa, kincir angin (selama di Belanda sampai Belgia dekat perbatasan Belanda), rumput hijau luas, kebun bunga canola (kalo gak salah) yang warnanya kuning-kuning cantiiiiik banget. The neighbour’s greener grass theory is somewhat true!



Tapi begitu masuk ke Belgia, pemandangannya agak berbeda. Kalo Belanda begitu rapi dan teratur, menurut gw Belgia gak seteratur Belanda.

Banyak juga yang iseng nyoretin jalanan...


 


Dan cuacanya, lebih gak bisa ditebak. Kita sampe Brussel sekitar jam 1 siang, langitnya mulai mendung. Eh tiba-tiba panas. Trus mendung lagi. Kirain mau ujan, udah siap-siap payung segala, eh tiba-tiba cerah. Ihh galau deh.



 




Only have less than 4 hours in Brussel. Where to visit?

Grand Palace

Bisa dibilang ini pusat kotanya Brussel. Kompleks bangunan bergaya Gothic, yang paling terkenal mungkin Guildhalls dan Town Hall, yang sudah dibangun dari tahun 1400 an. Banyak bangunan bersejarah di Brussel yang dilindungi oleh UNESCO. Town Hall salah satunya. Btw gw juga baru inget kalo kantor pusat PBB ada di kota ini.






Oh ya, Hard Rock Cafe Brussel juga ada di kompleks Grand Palace ini. Kali aja mau nambah-nambah koleksi kaos ato pin Hard Rock Cafe :)) 


Manneken Pis

Lokasinya gak jauh dari Grand Palace. Cuma nyebrang beberapa blok.

Di sini ada patung anak kecil yang lagi pipis. Dan hmm, sumpah gw gak ngerti kenapa patung anak kecil lagi pipis ini segitu identik dan terkenalnya di Brussel. Soalnya ya ‘cuma gitu doang’. Patung anak kecil. Lagi pipis. Sejarahnya kenapa, coba baca aja di sini ya.

Image taken from here

Tapi yang menarik adalah toko-toko dan suasana di sekitar patung Manneken Pis ini. Ada kedai waffle, toko coklat (Godiva and many other Belgium chocolate local brand!), juga toko souvenir. Lumayan deh kalo mau beliin oleh-oleh coklat di sini. Biasanya udah dipaket-paketin gitu. 10 euro bisa dapet 6 kotak coklat Guylian. Atau segambreng coklat kecil-kecil aneka rasa 20 euro an. Bisa lah buat oleh-olehin temen sekantor. 







What to munch?

Definitely Belgian waffle! Rasanya gimana?
Enaaak, walopun lumayan mahteh karena coklatnya kental dan krimnya banyaak. Beli 1 aja buat berdua. Harganya sekitar 3-8 euro, tergantung toppingnya.

Eh tapi siap-siap tissue atau tissue basah ya. Soalnya pasti bakal belepotan makannya :)



Yuhuuu tongsis goes to Brussel!!

Oh ya, mengingat Belgia adalah negeri asal beberapa komik terkenal macam Tintin, Asterix, dan Smurf, gw spot beberapa bangunan yang ada ilustrasi komiknya. Lucu deh. Sayang hasil fotonya gak bagus jadi gak bisa gw share. Buat yang gila komik, Belgian Comic Strip Center bisa jadi alternatif untuk dikunjungi.


So.. how’s Brussel?
I love the ambience, it’s so Europe with its artsy buildings and unpredictable weather (which is mostly gloomy). I also love the street style. I rarely see Europeans wearing coat or jacket in any colors other than black, brown, dark blue, or dark red. That’s why they look so classy. 
Revisit Brussel? Hmm, let me think ;p (gayanya kaya ada yang mau ngajakin balik aja;p )


Next: PARIS!!!

Sunday, May 25, 2014

#EUROTRIP – chill yet warm & surprisingly beautiful Netherland (Amsterdam-Lisse-Volendam) *updated*

Disclaimer:
Posting sebelumnya di sini.
Berhubung Eurotripnya saya ikut group tour, jadi jangan tanya how-to-get-there nya ya, karena semua pasti akan saya jawab dengan mantap: pake bus (tour) :) ! Di sini saya cuma share foto-foto tempat dan experience behind-nya. Jadi, mudah-mudahan gak kaya baca itinerary tour di website atau brosur di travel fair yaaa. Semoga menghibur :)


Flight: 1st timer with SQ

Sedikit intermezzo ya, waktu TK gw dulu bercita-cita jadi pramugari karena alasan klise: “Bisa jalan-jalan!”. Bahkan pas acara karnaval yang mengharuskan tiap anak pake kostum profesi, gw pake kostum pramugari, lengkap dengan pin asli dan topi asli pramugari Garuda, pinjem sama temen nyokap yang emang pramugari Garuda jaman dulu. Gw inget banget, kostumnya masih warna oranye. Tuwir ya bok.

Trus, gw inget banget dulu pernah sesumbar sama Andri, “Pokonya one day, aku mau ngerasain terbang pake SQ!” Sok iye bener, padahal sekali beli tiket SQ Jkt-Sg bisa setara dengan 3x harga tiket QZ. Apalagi kalo lagi super promo. Bisa sepersepuluhnya. Ya kan waktu itu mikirnya kali aja dibayarin sama kantor, gitu. Yang penting kan naik SQ hehehe.

Lha kok ya ndilalah, pas banget sama availability tour-nya. Padahal tadinya kita pilih tanggal lain dengan flight lain. Tapi karena di tanggal tersebut kuota minimum pesertanya belum terpenuhi, jadwal kita digeser ke tanggal lain yang mana adalah menggunakan pesawat berkode SQ impianku. Alhamdulillah ya Allah....

Learningnya: ucapan adalah doa. Mak dar it, berucaplah yang bagus-bagus :) #edisi alim

So, how was the 13+ hours flight?
Kita terbang dengan Boeing 777-200. Rutenya CGK-SIN. Transit sekitar 2 jam di Changi, trus lanjut SIN-AMS selama sekitar 13 jam. Pesawatnya gedeeee. Tapi seenak-enaknya di pesawat, kalo gak di first class atau suite class yang bisa tiduran itu ya tetep aja... pegel! Dan sampe sekarang gw juga masih bingung, kok bisa ya waktu itu gw betah gak berdiri sama sekali. Bahkan selama 13 jam itu gw sama sekali gak ke toilet. Ckckck kandung kemih gw udah kayak buntelan kali ya waktu itu.

Trus ngapain aja di pesawat?
Ya tidur-bangun-makan-nonton film/series-tidur-bangun-makan. Gitu aja terus. Yang agak bingung waktu sholat. Jadinya pake ilmu kira-kira aja. Kapan kira-kira jamnya Subuh, jamnya Isya, dan seterusnya. Oh ya, yang agak ganggu adalah batuk. Dan parahnya lupa bawa obat batuk! Jadi ya sering-sering minta air putih aja sama mbak/mas pramugari/a-nya.

Dan karena belum ada pembanding flight lain, gw amazed sama in-flight entertainmentnya SQ: KrisWorld yang kayak remote TV itu. Kerennn... menunya banyak. Film/series/musik/gamesnya banyaaaak. Keren deh pokonya!

Btw, my skin should say thank you to this....



Yap, this pure olive oil from Wardah! #bukanpromo 
Secara kulit gw kering dan gampang bruntusan, kena udara AC pesawat yang kering bikin makin parah. Pokonya tiap berasa mulai kering, langsung oles. Wanginya enak, murmer pula! Cinta deh.

Makanannya gimana?
Enak! Tapi gak pake banget. Enak aja. Pilihan menunya lumayan banyak. Tapi seenak-enaknya makanan pesawat, ya gitu aja.



So, how’s overall experience with SQ?

HAPPY!!

Apalagi di menit-menit mau landing, gak brenti-brentinya gw liat jendela pesawat dan super duper excited ngeliat pemandangan di bawah sana yang super teratur dan rapi berwarna-warni....

Ada kincir angin.. Ada kebun tulip jugaaa!

Amsterdam... ik kom eraan!! (artinya I’m coming – hasil google translate barusan hihihi)


1st Check-in: Schipol, Amsterdam – Keukenhof, Lisse

Still remember, the mixed feeling when I stepped into the Schipol Airport was: excited and... super chilled! Gile, dingiiiin bok! Bener-bener kayak kalo buka kulkas, trus ada angin dingin bertiup-tiup bikin idung kembang kempis. Sok iye deh gw gak bawa syal tebel. Tapi lumayanlah syalnya Cotton Ink bisa agak nahan dingin walopun lebih baik bawa syal bahan WOOL yaaa. Untung juga udah bawa sarung tangan wool di tas, it really helps! Andri aja yang nyengir-nyengir kedinginan karena sok kuat cuma pake jaket 1 lapis.

Our 1st destination was Keukenhof! Taman bunga cantik yang tiap tahunnya cuma dibuka kalo musim semi; dari bulan Maret – Mei. Keukenhof ada di kota Lisse, gak jauh dari kota Amsterdam. Lisse ini semacam Puncak vs Jakarta kali ya, tempat relaksnya orang-orang Amsterdam. Paling ramenya ya selama Keukenhof buka.

Kita nyampe sekitar jam 9.30 an, belum terlalu rame. Dan gw sangat sangat amazed sama Keukenhof karena.... cantiiiiik banget! Bener deh, kalopun gak terlalu suka sama bebungaan, pasti bakal suka sama Keukenhoff karena bunga-bunganya cantik-cantik banget. 1st time liat tulip dan super duper amazed.... It was like surreal... Baguuuuss banget. Kayak bunga plastik gitu.



  



Ini kayanya semacam warna-warni yang dilihat dari pesawat deh...
Kebun tulip!
Sakura apa cherry blossom ya??

Kalo mau muterin semua Keukenhof, 3 jam cukup kok. Itu udah pake duduk bentar sambil makan dutch waffle yang leikker dan hot chocolate....




Next stop: Volendam

Puas dengan bebungaan, kita menuju Volendam, kota kecil di utara Amsterdam yang posisinya di tepi laut. Sepanjang perjalanan, gw sangat amat jatuh cinta sama bentuk rumah dan bangunan di Belanda. Banyak main bata ekspos dan kayu natural ekspos. Cantiiiik.

 

Di pitstop menuju Volendam...
eits maap, mejeng dulu kitaaa ;p

Volendam ini asalnya desa nelayan, tapi sekarang sudah tidak terlalu aktif dan banyak digunakan sebagai rumah peristirahatan. Semacam vila gituu. Rumah-rumahnya juga cantik-cantiiik. Duh I cant stop wondering, hows life there yaa. No hustle. No traffic. So peaceful.








Di Volendam banyak tempat makan dan toko souvenir. Ada juga toko keju Cheese Factory Volendam yang jual segala macam keju. Katanya sih yang enak keju edam. Tapi di situ gw malah beli hiasan dinding hehehe. Dan dibanding tempat lain, harga barang-barang dan souvenir di Volendam ini lumayan reasonable. Menurut gw sih kalo mau beliin souvenir, di Volendam aja. Kartu pos, gantungan kunci, atau magnet-magnetan kulkas yang 1 euro-an. Coaster juga lumayan loh, 1-2 euro dapet setengah lusin. Eh atau di Italy juga lumayan reasonable. Setidaknya dibanding Brussel, Lucerne, atau Paris.

Souvenir di Cheese Factory juga lucu lucuuu
Yang suka knick-knacks home decor... monggo dipiliih..
Semacam Moje gitu... 

Kita lunch di resto fish n chips apaaa gitu. Di resto ini juga gw menghilangkan sarung tangan pinjeman dari Nyanya. Maap ya Nyaaa, u should go back here :)). Rata-rata 1 porsi 10 euro. Jangan diconvert ke Rupiah yaa, soalnya bakal sakit ati :(. Air mineral aja sebotol 500 ml harganya min. 1 euro alias 16 ribuan. Mau nangis gak sih. Etapi kalo mau makan yang lebih murmer, ada stall makanan yang jual hot dogs 5 euro-an. Kayanya sih enak, soalnya lumayan antri.

Dont leave Volendam without foto ala babah dan bude Belanda :DD

1st cruise: Amsterdam Canal Cruise

Punya waktu terbatas tapi pengen keliling kota Amsterdam? Tentu bisa!

Seperti kota-kota besar dunia lainnya, Amsterdam juga dikelilingi sungai. Banyak bangunan cantik berdiri di pinggir sungai. Sama sekali gak rugi nyobain canal cruise, karena banyak yang bisa dilihat.

Kita masuk kota Amsterdam udah sore, jam 5 an kali ya. Tapi enaknya Eurotrip di musim semi, baru gelap itu di atas jam 8 malem. Jadi hari rasanya panjang. Jam 5 sore masih terang. Cuma emang cuacanya mendung-mendung-berangin gituh. Jadi gak terang matahari.

Ada banyak pilihan canal cruise. Lihat di sini kalau mau lebih detail. Biayanya sekitar 10-20 euro, tergantung paketnya. Ada yang termasuk paket masuk museum Anne Frank segala. Yang kita naikin sih Cuma canal cruise paket standard. 

Glance of the view...









Oh ya, pilih posisi di luar ya. Biar pemandangannya makin pol diterpa angin Amsterdam yang dinginnya makjleb! Yang penting pake coat, syal, dan sarung tangan. Sekian tips dari Desi si jompo tolak angin mania.


Sumpah itu kedinginan, bukan kebauan!

Verdict? I love love love looove Amsterdam! It was chill indeed, yet the atmosphere was lovely and warm. I love the houses, the buildings, the flowers, the weather, the windmills, but not the wind!


Kalo punya kesempatan lagi, gw mau re-visit Amsterdam. Masuk museum Anne Frank, nongkrong di Hard Rock Cafe pinggir kanal, dan puas-puasin makan dutch waffle. 

To me, Netherland was surprisingly beautiful! Gak nyangka kalo Negeri Belanda sang mantan penjajah itu cantik dan sangat inspiring. IHHH kenapa gak dibagi-bagi sih ilmu tahan banjirnya!! *lahh siapa suruh orang Jakarta tetep bangun segala macem dan buang sampah sembarangan*

Saturday, May 17, 2014

#EUROTRIP – PREAMBULE ET CETERA

*tarik napas kumpulin mood supaya bisa posting sampe cerita last day vacation*

Reasons behind

Niat buat bisa liburan emang udah dari jaman dulu kala. Kurang lebih ceritanya kayak gini. Jadi yah diusahain banget ngumpulin duit supaya tiap tahun bisa liburan. Minimal getaway-getaway centil selain Bandung supaya gak sumpek-sumpek amat didera macet tiap hari sama kerjaan yang gak pernah abis. So typical reason lah ya.

But along the way, things happened. Priority bites, kinda.

Tahun lalu sibuk sama pindahan dan urusan printilan rumah yang kayanya gak abis-abis. Eh ampe sekarang siy. Liat aja kamar anak yang belum kelar-kelar. Trus fokus b project, bolak-balik rumah sakit, dan sempet hibernasi sejenak. Sebenernya sempet ngehayal liburan ke sana-sini segala, tapi karena bla bli blu, akhirnya end up ke BALI di tengah-tengah musim penghujan. Ya itu juga ALHAMDULILLAH buanget banget.

Sampe akhirnya di suatu hari, entah ada malaikat mana yang berbisik ke suamiku untuk nge-Path quote ini.


Wuaaa, langsunglah akyu cabcus buat browsing aneka destination lengkap dengan worksheet isi comparison tabel budgetnya. Pedih rasanya kalo inget kata-kata @mrshananto , “Finance bukan sastra,” Ini angka duit semua lho! Etapi terus sumringah lagi kalo inget kata-katanya yang lain, “Salah satu fungsi uang ya buat di-spend,” ;p

So, BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, we (it was ME, to be precise) picked one dream destination to be visited: WEST EUROPE.

Image taken from here
Etapi gak semuanya divisit juga siy...

Why West Europe?

Why not?

Because it’s West Europe!!!

Cita-cita pengen pergi ke negaranya orang bule sudah terpatri di dalam hati sejak dini, aeh apa siy. Apalagi waktu tinggal di Balikpapan dulu kan suka sok-sok berasa tinggal di American neighbourhood hihihi, jadi ya daripada halusinasi berkelanjutan dan ada kesempatan untuk mewujudkannya, let’s make this happened!

Ya memang karena kesempatan (waktunya) lagi ada dan dananya pun alhamdulillah lagi ada. Andri pas lagi waktunya ambil cuti panjang. Gw juga masi punya sisa cuti tahun lalu, walopun dikit, hajar ajah. Kapan lagiii? (Hmm next couple years with our kiddos, amiiiinn *tetep ngarep hihihi*).

Ini kesekian kalinya gw ke Europe (in my DREAM and VIRTUAL traveling ;p), dan PERTAMA kalinya dalam kehidupan NYATA hehehe. Buat Andri, ini yang kedua kalinya setelah hampir dua puluh tahun lalu Eurotrip sama alm. Papa-mama dan Uni Lia. Andri said, Europe is one must visit place in the world, at least once in a lifetime, when you have the chance. Tapi mau sekarang, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi gak masalah karena Europe gak banyak berubah. Ah aku mah mau sekarang, tahun depan, DAN sepuluh tahun lagi juga gak masalah kok beb hihihi.


How do we travel?

Ini juga perdebatan dan diskusi seru berminggu-minggu: tour group vs independent travel.

Kalo ngeliat perbandingan biaya sebenernya gak terlalu jauh beda (UPS, langsung dihajar massa traveler :p). Ehm sebenernya bisa jauh lebih murah independent travel, mengingat buanyaknya source informasi transportasi dan akomodasi terjangkau di internet: macam skyscanner buat flight options, coachsurfing buat nginep gratis, airbnb yang punya various price range, atau pilihan menginap di kereta yang juga sangat nyaman. Btw, go to this girl’s blog for Eurotrip-on-a-budget tips galore.

Tapi kan pilihan ini didasarkan pertimbangan:
  1. Style liburan, yang berkaitan erat dengan kepribadian: adventurous-explore vs laid-back (baca: males mikir)
  2. Misi liburan: honeymoon-leyeh leyeh-gak mikir vs kabur-dari-kenyataan-yang-penting-liburan (haha ini mah getaway ke Puncak juga cukup ;p)
  3. Budget liburan: terbatas vs terbatas banget
Dan mengingat kami tergolong tipe banci alias in-between alias sebenernya-gak-mau-repot-tapi-sok-mau-explore-dengan-budget-agak-terbatas, maka akhirnya pilihan pun jatuh padaaa.... tour group aja deh! Hahaha kesannya gak mau ngaku gitu ya kalo sebenernya males mikir. Kalo kata Laila, sang maestro traveler, di sini, traveler itu ada kastanya: tourist or traveler or even travel snob. Dan kalo ngeliat ciri-cirinya, I will proudly say that we are: traveler slash tourist! Hahaha teteeep, gamau ngaku. Yeah apapun itu, yang penting... ke Eropaaahh! *baiklah, proven noraknya*

Anyway, nanti di posting seri terakhir dari edisi #eurotrip ini (seriously, gw udah buat outlinenya. Mudah-mudahan gak males aja ngetiknya hihihi), gw akan share pro-cons nya traveling with tour group.


What to prepare?

I won’t share about visa preparation etc. Di google udah buanyak nyak nyak. Tapi ini lebih ke persiapan fisik dan mental ;p. Gak deng, lebih ke persiapan umum umum aja. Based on personal experience juga sih kemarin sebelum pergi agak clueless mau mulai dari mana siap-siapnya.

Intinya sih, bawa all essential things untuk hidup selama 10-12 hari.

  • Organizers / pouches

How I love the idea of organizers! It really helps and ease my travel life. Dibaginya berdasarkan isinya aja:
  • Chargers              : Iphone, blackberry (padahal gak nyala), kamera. Btw colokan di Europe sama kayak di Indonesia (2 lubang), jadi gak perlu bawa adaptor tambahan. Tapi kalo mau jaga-jaga gak papa juga siy bawa international adaptor. Intermezzo soal perjuangan nyari international adaptor ini kemaren gak nemu juga setelah keliling Ace Hadwarde, Giant, dan toko listrik seputar Gandaria-Pondok Indah-Bintaro. Ada sih, di American Tourister di Metro. Tapi harganya 400 ribuan bok! Gak rela kita. Tapi akhirnya nemu juga di.... MINI STOP yang belakang LotteMall. 70 ribuan sajah.
  • Toilettries            : sabun, sikat gigi, odol, shampo, facial wash. All liquid; travel or sample size. Cukup kok buat 2 minggu. Mandinya kan 1x sehari. Dingin bok hahaha.
  • Personal care     : minyak kayu putih (!!!), bedak bayi, body lotion (kalo bisa yang rich cream, soalnya udara dingin bikin kulit jadi lebih cepet kering). All below 100ml ya.
  • Skin care              : serum, moisturizer, sunblock (A must must! Soalnya sering jalan outdoor dan gak sadar kena panas matahari karena udaranya dingin), eye cream (ini mah faktor usia). Foundation juga gw masukin ke pouch skin care soalnya ukuran botolnya lumayan gede.
  • Make up              : concealer, eyebrow, eyeshadow, eyeliner, maskara, bedak, lipstik. Eh lip balm yang rich/oily juga wajib bawa! Soalnya bibir jadi lebih gampang kering. Gw pake Palmer’s Lip Butter rasa Dark Chocolate & Peppermint dan cinta banget sampe sekarang :))
  • Obat-obatan     : Selain obat yang lagi wajib diminum harian, gw juga bawa Promag, Diatab, Tolak Angin 1 pak, Neuralgyn, dan Neozep. Eh bawa Imboost juga. Semua buat jaga-jaga aja. Alhamdulillah gak ada yang kepake sampe pulang.

Kiri ke kanan: Personal care - skin care - make up
Depan: toilettries
My essential skincare.
Btw itu Olive Oilnya Wardah works like MAGIC!! It saves my skin from dehydration!!
Super a-must-must bring!

·         Travel bag
  • Koper gede: better if expandable, biar gak perlu beli koper lagi kalo mendadak banyak belanja. Tapi yang penting, masih banyak ruang buat tempat barang-barang yang bakal dibeli. Percaya deh, walopun niatnya gak belanja, tapi pasti ada lah khilaf belanja dikit ;p
  • Koper kecil atau multi-purpose bag kayak Longchamp yang gede: buat di cabin. Isinya one-day essential things aja.
  • Daily handbag  : selain isi dompet, paspor, powerbank, travel documents, gw juga selalu bawa sarung tangan wool dan syal di tas. U never know how chill it will be. Angin di Amsterdam, Brussel, dan Paris itu dingiiin! Trus gw sempet bawa make up pouch di tas tapi karena lumayan berat dan makan tempat, lama-lama cuma bedak, lipbalm, sama lipstik aja yang dikeluarin.

Btw quick tips dari tour leader gw untuk minimize resiko kecopetan, keluarin duit cash seperlunya sesuai keperluan harian dan taro di kantong celana atau jaket. Jadi tiap mau beli-beli gak perlu ribet keluarin dompet. Kecuali tiba-tiba impulsive mau belanja, yaa atur aja lah hehe.

Daaaan kalo bisa, tukar SEMUA duit yang mau di spend langsung ke Euro, pas masih di Indonesia. Simply biar gak ribet dan gak sayang aja kena selisih kurs yang lumayan kalo musti tukar duit di Europe atau dari tarik duit ATM. Kecuali pake credit card, beda cerita ya.

Super duper love this Alexa bag! Perfect leather, perfect size, quite versatile as well!
Agak di abuse tapi masi mantapp hehe

Total bawaan pergi dan pulang.
No additional bag. No extra baggage. Yeay!

Anything’s missing?

Sebanyak-banyaknya browsing dan ‘research’, tetep aja ada yang kelupaan ato gak kepikiran, seperti di antaranya:
  •   Obat batuk
H-1 padahal udah minta Andri ingetin buat bawa obat batuk. Soalnya udah berasa agak batuk. Tapi ya namanya juga lupa, ya lupa aja. Walhasil selama hampir 13 jam di pesawat, batuk gw bener-bener berasa ganggu. Ajaibnya, di hari ke-3/4, batuk gw perlahan-lahan menghilang. Emang bener ya, liburan = obat! Hihihi
  •           Food appetizer

Awalnya sempet kepikiran mau bawa rendang, abon, sambel-sambelan, ato apaan lah buat jaga-jaga gak cocok sama makanannya. Tapi dipikir-pikir, liburan ya harus taste local food dong. Dan gak salah sih, karena emang selama di perjalanan gak terlalu bermasalah sama makanan. Tapi agak nyesel gak bawa sambel botol ato sachetan macam ABC, karena di Europe gak nemu chilli sauce. Adanya tomato sauce atau mayonaise. Maklumlah, udah kebiasaan makan apa-apa nyocol sambel botolan. Jadi mau gak mau harus terbiasa sama local food yang cenderung plain.


Hmm apa lagi ya? Nanti kalo keingetan gw update deh.

Baju gimana baju? Sabar yaa *alesan, padahal dah mulei males ngetik hihihi*


Nanti lah gw lanjutkan yaaaa, still have 10-days-story to share! :))