NZ Trip D5: Road trip begins, to the Franz Josef!

by - 10:31 PM

Note: Cerita sebelumnya tentang 1st day at Christchurch di sini yaa

Namanya traveling, apalagi self-arrange trip yang semua-muanya diatur sendiri, pasti banyak kejadian yang gak sesuai itinerary / plan awal.

Salah satunya adalah plan: morning run at Christchurch Botanic Garden.

Jadi yah... Subuh di Christchurch sekitar jam 5.30 pagi. Artinya, jam 6.30 pun masih gelap gulita. Jam 7 pagi udah agak terang, tapi suhunya sekitar 7-9 derajat Celcius aja. Sebagai anak tropis, gak kuatlah tulang belulang sama suhu segitu. Ga bawa heat tech ekstra pula. Dengan waktu check-out maksimal jam 10 pagi, sepertinya niat lari pagi agak sulit terlaksana.

Pagi itu, kita check-out dari Kauri Motel, one of our best stay in NZ with best deal. Quick review, walaupun furniture di motel ini terlihat out of date, tapi sangat bersih dan nyaman. Ukuran kamarnya juga cukup luas, ga berasa sumpek dengan 1 queen bed dan 1 single bed. Ada mini pantry yang dilengkapi dengan microwave dan peralatan makan lengkap. Dan walopun lokasinya di pinggir jalan, tenang aja, ga usah takut berisik karena emang ga banyak mobil yang lewat hehe.

Love our stay here!

Sebelum meninggalkan Christchurch, kita mampir ke... 

Taman ini dibangun di tahun 1863. Barusan gw cek di wikipedia, luasnya sekitar 21 hektar. Ternyata lebih kecil dan lebih muda dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor (87 hektar ; dibangun tahun 1817). Christchurch Botanic Garden ini nyambung dengan Hagley Park.

Pagi itu, cuaca agak mendung. Suhu 11-14 derajat Celcius, banyak orang yang lari atau jalan pagi. Kita sih foto-foto aja ya hehe.




Ade ape di sono Mpok...






Very early autumn.... 


Puas jalan keliling sepersekian taman dan mulai bosan, kita pun melanjutkan perjalanan untuk meninggalkan kota Christchurch menuju Franz Josef melalui Arthur's Pass dan Hokitika, sisi barat South Island.

The road trip begins.... Menurut Google Maps, jarak kota Christchurch - Franz Josef sekitar 381 km ditempuh dalam waktu 5 jam. Mampir untuk brunch burger & coffee di daerah Arthur's Pass.

Selama road trip inilah kita mulai menyaksikan keindahan alam South Island yang gak abis-abis. Mulai dari view pegunungan, padang rumput berwarna kuning, lembah curam di kanan-kiri, peternakan sapi/domba, pantai, dan danau. Tiap pengkolan bisa jadi menawarkan view yang berbeda. 

Saking excited dan terpesonanya, seringkali gw dan Andri cuma fokus aja sama pemandangan di depan kita yang memang gak pernah kita lihat sebelumnya. Mau foto juga bingung karena semua pengen difoto. The beauty is such... grande. Lensa kamera secanggih apa pun gw rasa ga mampu menggambarkan kecantikan dan pesona sesungguhnya view NZ.




One of fave spot - Castle Hill. Looks so surreal...
Tapi kita ga ke Castle Hill-nya karena takut kemalaman.
Perjalanan masih panjang....



The best thing about road trip is: we can stop by anywhere just to take pictures. Makanya seringkali actual time perjalanan lebih lama daripada yang diperkirakan Google Maps.

Nyetir di NZ cukup nyaman. Kecepatan diatur di bawah 80 - 100 km. Dan memang sebagai jalanan yang di design untuk scenic drive, kita banyak nemuin signage yang menunjukkan spot-spot bagus untuk berhenti dan foto-foto. Supaya gak ngantuk juga kali ya. Selama perjalanan kita juga sering papasan sama camper van. Someday kalo udah punya anak, kami pengen road trip with camper van. Pasti bakalan seru banget...

Contoh lookout signage...
Image from here
Danau apa ya ini... Lupa, saking banyaknya nemu danau di jalan..






Nyampe Franz Josef udah agak sore, sekitar jam 5-6. Kita makan dulu di Full of Beans, di tengah kota Franz Josef. Gw pesen chicken hen yang super enak, tapi begitu makan agak curiga kok liat ada lembaran daging yang bentuknya gak familiar. Pas baca detail menunya, ternyata ada bacon-nya :(. Langsunglah gw keluarin semua yang ada di mulut. Dan setelah membaca menu berulang-ulang dan meyakinkan bahwa di pesanan gw gak ada bacon/pork, gw pesan chicken satayYang keluar ternyata bukan sate ayam seperti perkiraan gw, tapi chicken burger dengan bumbu ala India. Tapi rasanya juga enak banget, one of our best meal in NZ.

Sebelum check-in ke Bella Vista Motel, gw dan Andri cari-cari tour untuk menuju Franz Josef Glacier besok harinya. Kalo mau liat glacier dari dekat, pilihan yang terbaik adalah via helicopter atau pesawat kecil supaya bisa menginjak langsung glaciernya. Tapi biayanya mahal. Setelah tanya-tanya dan liat-liat, kami memilih Glacier Valley Eco Tour untuk guided walking tour dengan cost 75 NZD / orang (include pinjaman jas hujan & celana).

Apakah worth the price? Tunggu cerita lanjutannya yaah...

You May Also Like

0 komentar