#eurotrip - mampir ke titisee

by - 8:30 AM

Lanjutin cerita #eurotrip yuk... Lah kok yuk hehe

Disclaimer:
Cerita sebelumnya tentang Paris di sini ya.

Baru hari ke-5. Rasanya gak pengen cepet berlalu deh. 
Sebenernya hari ini rutenya Paris-Zurich. Normal perjalanan via bus sekitar 6 jam. 


Karena nampak garing cuma di bus seharian, Welly, sang tour leadernya nawarin buat mampir ke Danau Titisee, yang terletak di daerah Jerman Selatan, di sekitar hutan Black Forest. Dibilang hutan Black Forest karena ditumbuhi pohon cemara dan pinus tinggi yang lebat, rapat, dan membuat suasana dalam hutan jadi gelap. Apalagi di musim gugur dan musim dingin.

Pas kita ke sana, kebetulan masih musim semi, jadi suasananya cerah. Malah gw berasa kayak lagi perjalanan dari arah Batu ke Malang hehe. Hutan pinus kanan kiri plus lembah, tapi lebih sepi dan sedikit lebih creepy.
Hmm, kaya dimana coba?
Apa yang bisa dilihat dan dilakukan di sekitar Danau Titisee?
  • Danau
Ya namanya juga wisata danau. Masak mau liat pantai. Kalo kata almarhum papa Andri yang dulu sempat ke sini juga, danaunya gak beda kayak Danau Maninjau di Sumatera Barat hehe. Kalo menurut gw sih bagus. Hmm tapi bagus aja, gak bagus banget. I believe Indonesia has more beautiful lakes. Lebih ke bersih, dan cuaca dinginnya yang bikin enak. 

  • Pusat pembuatan jam cuckoo
Pasti familiar dengan jam dinding kayu legendaris yang bisa bunyi-bunyi itu kan? (jelek amat deskripsi gw ya hehe). Di sini ada pusat pembuatan dan tempat belanja jam cuckoo, salah satunya merk Drubba. Kita sih, beli tempelan kulkasnya aja hihi.

  • Bule-bule lagi leha-leha
Tepatnya bule-bule yang sudah berusia lanjut. Entah kenapa gw gak banyak lihat keluarga muda di sini, tapi lebih banyak opa-oma yang lagi duduk-duduk santai sambil ketawa-ketawa, minum-minum (bir), dan bawa binatang peliharaan. Mungkin karena tempatnya lebih untuk sightseeing kali ya. Gak terlalu banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana.

  • Ngopi dan makan sosis
Makan sosis ini adalah aktivitas yang paling diinget waktu Andri ke Danau Titisee dulu hehe. Jerman banget gak sih. Kita sempet masuk ke satu resto yang menghidangkan sosis, tapi langsung mundur teratur begitu mencium aroma kurang familiar (a.k.a aroma gak halal).
Kalo gw sempet browsing-browsing lagi, di wilayah Danau Titisee ini juga ada tempat yang jual kue black forest dengan resep asli. Tapi sayangnya waktu ke sana kemaren kok kita gak aware ya ada tempat ini.
  • Foto-foto dong!
Berhubung rencananya cuma duduk manis di dalem bus, jadi gw tampil seadanya deh. Dan aku menyesal. 
Learningnya: wardrobe (dan make up!) selama liburan itu harus selalu dipikirin tiap hari. Because everyday is camera-day. Pokonya dilarang tampil ngasal deh selama liburan hehe.
Kayanya foto paling mending deh. Abaikan alis separo, pipi bulat,
kulit kering, bibir kering, keriput tipis, dan ciput ngasal.
Oh I wish I could go back and do some touch up before taking pics!
Mungkin gak sampe tiga jam kita stop by di Titisee. Lumayan, dapet bonus out of plan: mampir Jerman walopun seuprit. Yah beginilah kalo ikut tour. Kuantitas lebih penting daripada kualitas. Tapi untuk first-timer Europe, not bad at all.
Apalagi bisa liat pemandangan rumah cantik orang Jerman kayak gini...

Always wondering: how's life there???

Next: Oh-so-beautiful SWISS!!!

You May Also Like

0 komentar