Pregnancy Update: 30 Weeks!

by - 9:33 PM

29 weeks! Baru nyadar, kenapa badan gw miring gitu ya...
((Baiklah, postur harus lebih tegak))
Haloo.. Assalamualaikum...

Alhamdulillah... Gak terasa kehamilan gw saat ini sudah memasuki minggu ke-31. Terakhir update pregnancy post di sini masih week 20. And now it's 3rd trimester! Few weeks to go to meet you, Baby, Insya Allah :).

Apa aja sih highlight hingga kehamilan minggu ke-30 ini?
More kicks and moves!
Kalau kemarin-kemarin gerakan #babyUna lebih banyak terasa di sore/malam hari atau subuh/pagi hari, sekarang hampir setiap waktu gw merasakan gerakannya. Kadang-kadang heboh, kadang-kadang kalem. Biasanya kalo seharian heboh, besoknya agak kalem. Capek ya Nak hehe..

Kalo baca-baca di pregnancy apps, sudah mulai waktunya untuk menghitung gerakan janin, minimal 10 gerakan dalam 2 jam. Sejujurnya gw belum disiplin untuk menghitung frekuensi gerakannya. Tapi alhamdulillah sejauh ini gerakannya cukup aktif, baik di waktu ibunya lapar maupun kenyang hehe.

Pindah RS dan Dokter
Memasuki bulan ke-6 kehamilan, gw dan Andri harus memutuskan akan melahirkan di mana. Karena gw berencana mulai kontrol kehamilan dengan dokter yang nantinya akan membantu persalinan gw saat memasuki bulan ke-7. Apalagi sejak kehamilan minggu ke-30, kontrol ke DSOG sudah mulai dilakukan setiap 2 minggu.

Kenapa harus pindah RS (dan dokter)?
- Lokasi RS PIK cukup jauh dari rumah gw di Bintaro. 
Ini alasan utamanya. Memang sih ada tol JORR yang sangat menghemat waktu. Tapi namanya tol dengan jarak sekitar 30km dari rumah, tentu saja lebih banyak faktor deg-degannya selama di jalan. Apalagi di minggu-minggu menjelang persalinan yang kemungkinan akan lebih sering bolak-balik ke RS. 
- Fasilitas kesehatan kantor Andri belum bekerja sama dengan RS PIK
Walaupun di RS PIK bisa di reimburse ke kantor Andri, tapi akan lebih memudahkan jika ada fasilitas yang langsung diklaim (tanpa reimburse).

Saat kontrol dengan dr. Handi di minggu ke-24, kami sudah bilang ke beliau kalau sepertinya gw tidak akan lahiran di RS PIK karena 2 alasan tersebut. Sebenarnya selain praktek di RS PIK, dr. Handi juga praktek di RS Medistra dan RS Royal Taruma. Tapi karena balik lagi ke 2 alasan tadi, maka 2 RS tersebut tidak menjadi pilihan. Agak sedih juga sih 'berpisah' dengan dr. Handi setelah intensif konsul selama 6 bulan, karena beliau tipe dokter yang cukup santai dan gak bikin panik. Whatsapp selalu direspons dalam waktu relatif cepat.

Setelah survey dan juga sempat konsul juga dengan beberapa dokter di RS dekat rumah (RS Pondok Indah - Bintaro dan RS Kemang Medical Care/KMC), kami akhirnya memilih RS Pondok Indah - Pondok Indah sebagai tempat bersalin. Atas referensi dr. Handi, kami melanjutkan konsultasi dengan dr. Fitriyadi Kusuma, SPOG (K) Onk. Salah satu eks teman kantor gw juga merekomendasikan DSOG ini di RSPI. Dari hasil browsing pun, most reviewnya positif tentang beliau.

Setelah 2 kali kontrol, gw dan Andri merasa cukup nyaman dengan dr. Fitriyadi. Semoga berjodoh terus sampai lahiran nanti ya :)

Jatuh dan Pingsan Sesaat!
Walaupun di trimester 2 energi serasa muncul kembali, gw beberapa kali merasakan kepala pusing hingga berkunang-kunang. Apalagi kalau setelah bangkit dari duduk atau tidur. Pernah suatu hari di minggu ke-22, setelah turun tangga di rumah, pandangan gw tiba-tiba kabur, gelap, dan selanjutnya gw sudah dalam posisi terjatuh di dekat meja makan dengan kepala nyut-nyutan karena terkena pinggir meja. Untung di dekat gw ada si Mbak yang panik berat. Sesaat kemudian, everything’s back to normal. Cuma agak shock aja sama kejadian barusan.

Whatsapp dr Handi, katanya wajar kalau ibu hamil seperti itu, apalagi di tempat ramai. Setelah makan gw cek tensi di angka 87/55. Emang di bawah dari tensi rata-rata gw di 100/80 – an. Cerita sama Ibu, ternyata saat hamil adik gw yang paling kecil, beliau juga pernah jatuh di pasar. Cerita di whatsapp group ibu-ibu, langsung dinasehatin macem-macem dan diingetin kalo jatuh lagi harus ingat untuk langsung ambil posisi jongkok supaya kepala dan perut terlindungi.

Ehm gak cuma sekali doang gw jatuh hehe. Beberapa waktu kemudian, pas lagi mau sholat, gw kesandung karpet di mushola Aeon Mall. Untung yang jatuh kena lutut duluan, bukan kepala atau perut. Jadi ya lecet deh lutut gw. 

Dan yang paling terakhir, pas lagi di Gambir mau ke Bandung, gw jalan aja tanpa lihat kanan-kiri. Tiba-tiba dari sebelah kiri gw ada rombongan keluarga dengan anak-anak yang setengah berlari sambil menggeret kopernya. Gw agak kaget tapi gak sempat minggir. Walhasil, gw jatuh terjerembab dengan posisi terduduk di koper salah satu anak. Untung Andri cukup sigap ‘menangkap’ tangan gw jadi gw gak jatuh terduduk di lantai. Lagi-lagi gw shock. Tapi saat itu lebih berasa malu diliatin orang sih karena suasana Gambir lagi cukup ramai hehe.

Alhamdulillah everything’s fine.

Lesson learned, “Hati-hati ya Bumil…. Take everything slow,”

Andri dari awalnya panik sampai lama-lama berusaha memaklumi istrinya yang memang suka selonongan ini hehehe. “Kalo kamu gak lagi hamil sih mungkin aku ketawain aja. Tapi ini kan lagi hamiiil,” ucapnya gemes.

Semoga gak ada apa-apa lagi yaa. Aamiin!

1st4D USG with dr. Bambang Karsono, SPOG (K)
Di minggu ke-22 kehamilan, dr. Handi merujuk gw untuk melakukan USG 4D dengan dr. Bambang Karsono, SPOG (K), DSOG ahli fetomaternal di Klinik Moegni, Menteng. USG 4D ini dilakukan untuk memantau perkembangan organ tubuh janin. Kalau beruntung, saat itu kita bisa dapat 1stportrait wajah si bayi! Jadi udah mulai bisa baper, si baby mirip ibu atau papanya yaa hehe..

Sesuai pesan dr. Handi, gw harus melakukan perjanjian konsultasi dari jauh-jauh hari karena antrian pasien dr. Bambang cukup panjang. Bisa dari sebulan sebelumnya. Gak salah sih, gw baru dapat jadwal kontrol untuk 2 minggu ke depan. H-1 kontrol, petugas klinik akan menelpon untuk mengingatkan jadwal kontrol. Gw dan Andri dapat giliran malam. Sekitar jam 22.30 malam, kita baru masuk ruang praktek dr. Bambang.

First impression, dokter Obgyn senior ini sangat ramah. Walaupun sudah larut malam, beliau terlihat masih penuh semangat dan murah senyum. Setelah membaca sekilas surat referensi dari dr. Handi, kami ngobrol sejenak tentang program IVF yang gw jalani. Tak lama, beliau memulai proses USG.

Dr. Bambang mengecek semua organ tubuh #babyUna dan mengukur apakah sesuai dengan usia kehamilan. Mulai dari lingkar kepala, bilik jantung, paru-paru, ginjal, aliran makanan janin, letak plasenta, dan semua organ penting lainnya. Saat ini juga, dr. Bambang mengkonfirmasi jenis kelamin bayi kami. Persis sama seperti konfirmasi dr. Handi dan dr. Aditya. Alhamdulillah semuanya normal sehat sesuai usianya. Tapi sayangnya, #babyUna gak mau menunjukkan seluruh wajahnya untuk pose. Oh my dear shy shy baby :D

Proses USG sekitar 30 menit. Setelah menunggu sebentar, kita akan dapat beberapa print hasil USG dan surat keterangan hasil pemeriksaan. Untuk biaya, sebenarnya petugas klinik meminta untuk menyiapkan Rp 1,2 juta cash, tetapi saat di kasir hanya di-charge Rp 810 ribu. Dari hasil browsing, biaya USG tersebut tidak di-charge penuh karena tidak mendapatkan full front face si bayi. No problemo, yang penting kamu sehat Sayaaang…

Setelah gw ingat-ingat lagi, proses USG 4D ini sebenarnya sudah gw lakukan juga dengan dr. Aditya Kusuma, SPOG di RSPI Bintaro. Saat itu sekitar minggu ke-14 kehamilan, gw memang kontrol di luar jadwal karena parno akan flek dan sempat beberapa hari kram perut. Prosesnya kurang lebih sama. Alat USG-nya pun seingat gw sama. Gak papa deh, kan semakin yakin dan tenang kalau #babyUna sehat-sehat di dalam sana.

Dr. Bambang menyarankan untuk melakukan USG 4D berikutnya saat menginjak kehamilan minggu ke-30. See you again Doc!
Yeay Ibu got your very 1st portrait, Baby!
Walaupun hadap samping....
Lab Check: Gula Darah
Sesuai dengan permintaan dr. Handi, di minggu ke-26 kehamilan, gw melakukan cek gula darah (glukosa puasa dan glukosa 2 jam PP). Cek darah dilakukan di Prodia. Saat itu masih bulan Ramadhan dan gw berpuasa biasa. Begitu datang ke Prodia, petugasnya bilang bahwa cek glukosa ini tidak bisa dilakukan di bulan Ramadhan karena pengambilan darah akan dilakukan 2x (setelah berpuasa 10 jam dan 2 jam sesudah makan/berbuka puasa), sementara Prodia tutup jam 7 malam. Jadilah gw kembali keesokan harinya dalam keadaan tidak berpuasa.

Alhamdulillah hasilnya juga bagus. Tidak ada indikasi diabetes. Biayanya Rp 80 ribu saja. Semoga sehat-sehat terus sampai lahiran yaa!

Prenatal Yoga
Memasuki minggu ke-14 kehamilan sebenarnya gw sudah ikut prenatal yoga. Waktu itu di Nujuhbulan Studio di dekat rumah. Dari obrolan sesama bumil, banyak yang menyarankan untuk ikut prenatal yoga di Pro V Clinic di Permata Hijau karena lebih private. Justru karena private itulah antrian bumil yang mau ikut prenatal yoga di Pro V lebih panjang. Gw baru dapat jadwal kosong di minggu ke-27.

Alasan gw ikut prenatal yoga sebenarnya lebih untuk 'memaksa' gw bergerak supaya badan tetap fit dan peredaran darah lancar selama hamil. Karena bawaan hamil ini masih super mager. Apakah berniat rajin yoga supaya nanti bisa melahirkan pervaginam/normal? Ya dan tidak. 

Tentunya gw pengen banget bisa melahirkan secara pervaginam karena recovery-nya lebih cepat dan banyak alasan medis lain. Tetapi gw gak mau memaksakan juga mengingat resiko dan usia yang sudah tidak muda lagi. Biarlah nanti dokter dan bayi yang menentukan jalan lahirnya. Insya Allah yang terbaik. Yang penting sehat dan selamat semuanya :) *kok jadi deg-degan ya hehe*

Pregnancy Glow...
Finally! Hahaha...

Sejujurnya gw tidak terlalu merasakan hal ini, karena tiap hari liat muka ya gitu-gitu aja. Tapi memang jadi lebih suka dandan dan banyak teman yang bilang kalo gw lebih kinclong (geer banget dah haha). Bruntusan masih suka muncul, tapi jarang jerawatan karena memang kulit gw tergolong kering.

Sampai suatu hari Andri bilang, "Kok rambut kamu bagusan ya?" Dan gw baru bener-bener tersadar, bahwa pregnancy glow is real! Hehehe.

Jadi ya... jadi buka rahasia nih. Biarin deh. Sejak awal nikah, Andri kayaknya agak shock liat rambut gw hahaha. Rambut gw tuh ikal dan helaiannya tipis, jadi sering lepek. Trus beberapa tahun belakangan sering rontok. Jadi tiap kali Andri mulai membelai rambut, gw selalu bilang, "Awas jangan kenceng-kenceng, ntar rontok!". Sejak itulah Andri jaraaaaaang banget membelai rambut gw. Cenderung takut malah. "Gak mau ah, ntar rambut kamu lepas," Gitu katanya zzz zzz.

Makanya begitu Andri memuji rambut gw dan dia berani membelainya, gw sungguh tersanjung. Berarti beneran bagus kan haha. Oh thank you pregnancy hormone! Hopefully it stays hahaha...

Apa lagi yaa?

Hmm, sampai saat ini berat badan gw bertambah sekitar 7-8 kilogram. Mengembang di mana-mana hehe. Kalo pipi sih dari dulu emang udah mengembang yaa hihi. Tapi banyak temen yang bilang kalo kehamilan gw tergolong kecil. Orang-orang baru pada aware kalo gw lagi hamil saat memasuki minggu ke-20an. Kalo baca-baca sih tiap bumil memang selalu merasa kandungannya terlalu kecil atau terlalu besar. There's no such perfect bump size hehe. Yang penting berat #babyUna selalu sesuai dengan umurnya.

Positifnya, gw gak terlalu banyak belanja baju. Paling celana aja yang definitely udah pada sempit. Apalagi gw lebih banyak di rumah kan, jadi gak banyak belanja baju buat keluar. Pake daster udah paling nikmat deh.
Kadang-kadang aja si #babyUna ikut nyembul...
Segini dulu kali ya. Maaf minim foto, hopefully it's not too wordy. Nanti mungkin gw akan update lebih intensif lagi di minggu ke-34 dan menjelang persalinan. Aah, can't wait!

Sehat-sehat selalu yaa Teman-teman! :)))

You May Also Like

0 komentar